KARAWANG – Banjir yang melanda Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi kini berubah menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga. Sejumlah desa terdampak, seperti Purwajaya, Jayanegara, Pagadungan, Ciparagejaya, dan Tanjungjaya, masih berjibaku dengan lonjakan penyakit pasca banjir.
Keluhan kesehatan terus meningkat, mulai dari penyakit kulit, ISPA, batuk, demam, gangguan pencernaan, hingga tipes, dengan anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan terdampak.
Kepala UPTD Puskesmas DTP Tempuran, H. Ali Ajizi, SKM., menyebut bahwa air kotor dan sanitasi buruk menjadi pemicu utama merebaknya penyakit di lingkungan pasca banjir.
“Setelah banjir, keluhan paling banyak itu gatal-gatal, bisul, penyakit kulit, ISPA, batuk, demam, sampai gangguan pencernaan. Air kotor sangat berpengaruh, terutama memicu tipes dan infeksi kulit,” ujar H. Ali Ajizi, Senin (26/1/2026).
Ia menegaskan, penyakit kulit menjadi kasus terbanyak, disusul tipes dan gangguan pernapasan akibat air tercemar, lingkungan lembap, serta cuaca ekstrem.
Wilayah Terisolasi, Tim Medis Gunakan Perahu
Dampak banjir juga menyebabkan akses ke sejumlah wilayah sempat terputus. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, bahkan setinggi paha orang dewasa, sehingga kendaraan roda dua dan empat tidak dapat melintas.
Untuk menjangkau warga, tim gabungan bersama BPBD terpaksa menggunakan perahu demi memastikan layanan kesehatan tetap berjalan.
“Beberapa titik seperti di Ciguha Desa Pagadungan hanya bisa dijangkau perahu. Kami jemput bola untuk pelayanan kesehatan,” ungkap Asep Dadan, Kasubag TU UPTD Puskesmas DTP Tempuran.
Pengobatan Gratis Digerakkan, Warga Masih Butuh Bantuan
Sebagai respons darurat, Puskesmas dan tim kesehatan keliling (Pusling) diterjunkan untuk memberikan layanan pengobatan gratis kepada warga terdampak. Tim farmasi juga dikerahkan untuk memantau potensi wabah dan mendistribusikan obat-obatan.
Namun di sisi lain, keterbatasan logistik masih menjadi keluhan utama. Warga membutuhkan makanan instan, bahan pangan, dan kebutuhan pokok untuk bertahan di masa pemulihan.
“Saat hari pertama banjir, kebutuhan utama warga itu makanan dan logistik. Kesehatan menyusul setelahnya,” katanya.
Imbauan Serius: Jaga Kebersihan, Cegah Gelombang Penyakit Baru
UPTD Puskesmas DTP Tempuran mengingatkan bahwa tanpa kebersihan lingkungan dan kesadaran kesehatan, lonjakan penyakit berpotensi semakin meluas.
Program Kesehatan Lingkungan (Kesling) akan diperkuat guna memastikan wilayah terdampak kembali aman, bersih, dan layak huni.
“Harapannya masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan gizi, istirahat cukup, dan meningkatkan daya tahan tubuh,” tutup H. Ali Ajizi.
Penulis: Alim


