KARAWANG — Di balik kesuksesan Indah Cafe, tersimpan kisah perjuangan penuh air mata, fitnah, dan keteguhan hati. Indah Nuramalia, perempuan tangguh asal Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, mengawali usaha kuliner bukan demi gengsi, melainkan demi masa depan anak-anaknya.
Berawal dari penjualan ayam kalasan secara iseng di Perumahan Grand Lakeside Blok F2 No.14, Indah tak menyangka usahanya mendapat sambutan luas. Dari dapur sederhana, ia berhasil memperkenalkan ayam kalasan hingga membuka cabang baru di Pedes, wilayah yang sebelumnya belum familiar dengan menu tersebut.
Namun, perjalanan Indah Cafe jauh dari kata mulus. Indah mengaku sempat menjadi korban iri hati dan dugaan tindakan sabotase. Puluhan kilogram ayam kalasan dilaporkan basi akibat ulah pihak tak bertanggung jawab, membuat usahanya nyaris bangkrut.
“Waktu itu rasanya ingin menyerah,” ungkap Indah, Selasa (27/1/2026).
Titik balik datang dari nasihat seorang kakek tua yang menyemangatinya agar tidak menutup usaha. Dorongan itu membakar kembali semangat Indah untuk bangkit, meski modal awal ia peroleh dari hasil kerja keras dan penjualan emas pribadinya.
Kini, Indah Cafe telah berkembang menjadi dua cabang aktif dan menjadi sumber penghasilan bagi banyak ibu rumah tangga di sekitarnya. Usaha tersebut bukan sekedar bisnis, tetapi juga ruang pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Ke depan, Indah bahkan bercita-cita menjadikan Indah Cafe sebagai pusat layanan konsultasi hukum dan media, menjadikan tempat usahanya sebagai ruang pengabdian bagi masyarakat.
“Jangan takut gagal. Rezeki sudah diatur Allah, yang penting usaha, niat baik, dan doa,” pesan Indah kepada calon wirausaha.
Kisah Indah Cafe menjadi bukti bahwa ketulusan, keteguhan, dan optimisme mampu menembus badai paling keras, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengusaha muda dan perempuan pejuang ekonomi keluarga.
Penulis: Alim


