
KARAWANG — Rasa kecewa dan kesedihan mendalam diungkapkan YT, orang tua korban asal Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, terkait perlakuan yang diterima anaknya saat bekerja di PNM. Alih-alih mendapat perlindungan setelah mengalami dugaan kekerasan, korban justru disebut mendapat tekanan tambahan dari pihak atasan.
Insiden tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Cibuaya pada Selasa (27/1/2026), saat anak YT diduga menjadi korban kekerasan oleh seorang nasabah. Korban disebut mengalami pemukulan dan tamparan saat menjalankan tugas di lapangan. Namun, saat melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan, respons yang diterima justru dinilai menyakitkan dan tidak berpihak.
“Saya ngerasa teu enak euy, Pak. Anak saya dipukul sama nasabah, ditampiling. Tapi pas laporan ke atasan, malah dimarahi lagi,” ungkap YT, Rabu (28/1/2026), dengan nada penuh kekecewaan.
YT menuturkan bahwa anaknya sudah bekerja dalam kondisi kelelahan dan tekanan berat. Namun, alih-alih mendapat empati, korban justru kembali menerima tekanan psikologis dari lingkungan kerja.
Ia juga menyoroti budaya kerja di PNM yang dinilai sarat tekanan, termasuk metode penagihan yang dilakukan pihak yang disebut “Bang Emok”, serta sikap pimpinan yang dianggap arogan dan tidak memberikan perlindungan kepada petugas lapangan.
“Bang Emok emang nagih gitu, tapi atasannya terlalu arogan. Kalau ada kejadian di lapangan, bukan dibela, malah dimarahi lagi,” tegasnya.
Kisah ini mulai menyedot perhatian publik dan memicu kemarahan masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan komitmen PNM dalam melindungi keselamatan karyawan, etika kepemimpinan internal, serta budaya kerja yang dinilai tidak manusiawi dan berpotensi menormalisasi intimidasi.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius: Apakah korban kekerasan di tempat kerja pantas diperlakukan seperti pelaku? Di mana tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keselamatan dan martabat pegawainya?
Publik kini mendesak adanya klarifikasi terbuka serta investigasi menyeluruh atas dugaan praktik intimidasi, pembiaran kekerasan, dan tekanan psikologis terhadap pegawai di lingkungan kerja PNM.

