
Karawang — Nasib memilukan menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berinisial MM (34). Ia dikabarkan sakit dan terlantar di Najran, Arab Saudi, setelah diduga diberangkatkan secara nonprosedural oleh seorang sponsor berinisial WR yang juga warga desa setempat.
Kabar tersebut membuat keluarga korban diliputi kecemasan. Suara dari pihak keluarga pun akhirnya muncul ke publik. FR, warga Desa Sukamerta, Kecamatan Rawamerta, mengaku sebagai keponakan korban sekaligus orang yang pertama melaporkan kasus tersebut ke Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPD Karawang.
“Assalamualaikum. Itu yang di berita, benar ponakan saya. Saya yang laporan ke Pak Nendi, Ketua FPMI DPD Karawang,” ujar FR melalui pesan WhatsApp, Sabtu (7/2/2026).
FR menuturkan, ia melapor setelah mengetahui kondisi sang bibi yang sakit di luar negeri dan membutuhkan pertolongan agar bisa segera dipulangkan ke Indonesia.
“Iya, itu PMI. Ponakan saya. Makanya saya laporan ke TN,” katanya, merujuk pada kerabat yang menjadi penghubung ke pihak FPMI.
Ia mengaku bersyukur laporannya langsung ditindaklanjuti dan kasus tersebut mulai mendapat perhatian publik setelah diberitakan.
“Amin, makasih banyak ya. Berita langsung naik. Ternyata banyak juga yang perhatian,” ungkapnya.
Pernyataan keluarga ini menegaskan bahwa korban benar merupakan warga Karawang yang kini membutuhkan bantuan serius untuk bisa pulang dengan selamat.
Sementara itu, Ketua FPMI DPD Karawang, Nendi Wirasasmita, menegaskan pihaknya akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Ia menuntut agar korban segera dipulangkan dan pihak yang terlibat dalam dugaan pemberangkatan nonprosedural dimintai pertanggungjawaban.
“Kasus ini akan kami kawal sampai tuntas. Korban harus dipulangkan, dan semua yang terlibat harus bertanggung jawab,” tegas Nendi.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka pekerja migran, ada keluarga yang menunggu dengan cemas. Ada anak, suami, orang tua, dan kerabat yang berharap orang yang mereka cintai pulang dalam keadaan selamat, bukan sakit dan terlantar di negeri orang.
Penulis: Alim

