Kelas Lantai Dua SMK di Karawang Roboh, Warga Sudah Ingatkan Sejak Awal

0
Caption: Kondisi bangunan kelas lantai dua SMK Nurul Ansor

Karawang — Sebuah ruang kelas di lantai dua SMK Nurul Ansor, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, roboh pada Sabtu malam (7/2/2026). Peristiwa yang terjadi antara pukul 20.00 hingga 23.00 WIB itu berlangsung saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Namun, peristiwa ini menyisakan tanda tanya publik. Pasalnya, tanda-tanda kerusakan bangunan disebut sudah terlihat sejak sebelumnya, bahkan warga sekitar sempat memperingatkan pihak sekolah.

Kepala SMK Nurul Ansor, Ahmad Sutisna, mengakui bahwa pihak sekolah sudah menerima informasi dari warga terkait kondisi bangunan yang rawan.

“Sudah ada kabar dari warga bahwa bangunan itu rawan. Salah satu guru juga tinggal di sekitar lokasi, jadi kami sudah diingatkan untuk berhati-hati,” ujarnya.

Menyikapi peringatan tersebut, pihak sekolah berupaya melakukan langkah antisipasi dengan mendatangkan tukang untuk menurunkan genteng agar beban atap berkurang. Namun, cuaca buruk yang datang lebih cepat membuat bangunan keburu roboh sebelum perbaikan dilakukan.

“Karena cuaca tidak bisa diprediksi, hujan turun lagi malam itu. Kami sebenarnya sudah bersiap, tapi bangunan lebih dulu roboh,” jelas Ahmad.

Beruntung, ruang kelas di lantai dua tersebut sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kebocoran parah pada atap membuat pihak sekolah memindahkan seluruh aktivitas ke lantai satu demi keselamatan siswa.

“Alhamdulillah kelas di lantai dua sudah kami kosongkan. Tidak ada siswa yang belajar di sana karena kondisinya memang sudah tidak layak,” katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan kerugian material. Dua rumah warga dilaporkan terdampak akibat tertimpa bagian bangunan yang roboh.

Saat ini, pihak sekolah bersama warga berupaya melakukan perbaikan sementara. Sekolah juga menyatakan akan bertanggung jawab dan berkoordinasi dengan masyarakat untuk menyelesaikan dampak yang timbul.

Ahmad juga mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sekolah secara keseluruhan memang memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Sekitar 151 siswa dan 20 guru masih menggantungkan aktivitas pendidikan di sekolah tersebut.

“Sekolah kami banyak yang rusak dan sangat membutuhkan bantuan revitalisasi. Kami mohon atensi dari pemerintah pusat maupun provinsi agar pendidikan di sini bisa berjalan dengan aman dan layak,” ungkapnya.

Peristiwa ini pun memantik perhatian publik, terutama terkait kondisi bangunan sekolah yang dinilai masih banyak membutuhkan perbaikan. Harapan pun kini tertuju pada pemerintah agar segera turun tangan melakukan revitalisasi, demi menjamin keselamatan dan masa depan para siswa.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini