Jalan Rusak Junti–Sampalan Dikeluhkan, JKB Desak PUPR Karawang Realisasikan Perbaikan Total di 2026

0
Caption: Jalan Rusak Junti–Sampalan Dikeluhkan, JKB Desak PUPR Karawang Realisasikan Perbaikan Total di 2026

KARAWANG — Kondisi Jalan Junti–Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, yang rusak, berlubang, dan bergelombang, kembali menuai sorotan. Keluarga besar Jurnalis Karawang Bersatu (JKB) mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar segera merealisasikan pelebaran sekaligus peningkatan kualitas jalan tersebut pada tahun 2026.

Ketua Umum JKB, Heri Framika, menilai kondisi jalan yang merupakan jalur vital bagi aktivitas warga itu sudah sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan setiap hari.

“Jalan ini bukan jalan sepi, tapi jalur utama masyarakat. Kondisinya rusak, berlubang, dan bergelombang. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin akan memicu kecelakaan. Kami minta ada realisasi nyata di tahun 2026,” ujar Heri, Minggu (8/2/2026).

Ruas jalan yang dimaksud membentang dari jembatan Kali Apur hingga Kantor Desa Sampalan. Menurut JKB, kerusakan yang terjadi bukan sekedar titik-titik kecil, melainkan hampir di sepanjang badan jalan, sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh, bukan sekedar tambal sulam.

Heri menegaskan, perbaikan parsial hanya akan menjadi solusi sementara dan tidak menyelesaikan persoalan utama yang sudah dirasakan masyarakat dalam waktu lama.

“Kami tidak ingin lagi tambal sulam yang cepat rusak kembali. Jalan ini harus diperlebar dan diaspal total, karena ini urat nadi aktivitas warga Kutawaluya,” tegasnya.

JKB berharap pemerintah daerah tidak menunda lagi program perbaikan tersebut, mengingat jalan itu setiap hari dilalui warga, pelajar, hingga kendaraan angkutan barang.

Meski menyampaikan desakan, JKB tetap mengapresiasi respons dari pemerintah kecamatan, Dinas PUPR Kabupaten Karawang, UPTD PUPR Telagasari, serta para pemangku kepentingan yang dinilai mulai memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut.

Namun, publik kini menunggu bukti nyata: apakah keluhan warga akan segera ditindaklanjuti, atau kembali menjadi janji perbaikan yang berulang tanpa realisasi.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini