Karawang – Pelantikan Pengurus Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Karawang bersama FPP Kecamatan se-Kabupaten Karawang bukan sekedar seremoni. Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa pesantren di Karawang tengah bersiap melakukan konsolidasi besar demi peran yang lebih strategis dalam pembangunan daerah.
Ketua Panitia Pelantikan, KH. M. Endang Suratno Wibowo, M.Ed, menegaskan pentingnya persatuan antar pesantren. Ia menilai, selama ini pesantren berjalan dengan kekuatannya masing-masing, namun belum terintegrasi dalam satu gerak bersama yang solid.
“Pesantren Karawang harus bersatu. Jangan lagi berjalan sendiri-sendiri. Kalau pesantren bersatu, umat kuat dan daerah bermartabat,” tegas KH. Endang di hadapan para pengurus yang dilantik, Rabu (11/2/2026).
Pimpinan Pesantren Lestari Alam Qur’ani Indonesia, Ciranggon Majalaya itu menekankan, FPP tidak akan berhenti pada pembentukan struktur organisasi semata. Forum ini, menurutnya, harus menjadi ruang konsolidasi perjuangan pesantren agar lebih tertib, kuat, dan bermartabat.

Lebih jauh, KH. Endang menyatakan kesiapan FPP untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk berkontribusi nyata, tidak hanya dalam pembinaan akhlak santri, tetapi juga dalam sektor pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM.
“FPP siap menjadi mitra Pemkab Karawang. Pesantren tidak hanya mencetak santri berakhlak, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pendidikan dan penguatan ekonomi umat melalui UMKM,” ujarnya.
Menurutnya, pesantren memiliki kekuatan sosial yang luar biasa. Selain menjadi pusat pendidikan karakter dan keagamaan, pesantren juga dapat menjadi pusat pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif berbasis komunitas.
“Pesantren bisa menjadi pusat edukasi sekaligus pusat ekonomi umat. Inilah kontribusi nyata pesantren untuk Karawang,” tambahnya.
KH. Endang menegaskan, pelantikan ini harus menjadi titik awal kerja besar yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar FPP tidak sekedar menjadi forum diskusi, melainkan motor penggerak program nyata yang menyentuh kebutuhan umat.
“Pelantikan ini bukan akhir, tapi awal kerja besar. FPP harus hadir dengan program nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kini publik menanti, sejauh mana konsolidasi pesantren melalui FPP benar-benar mampu menghadirkan perubahan konkret bagi pendidikan, ekonomi, dan pembangunan Karawang ke depan.
Penulis: Alim


