Tangisan di Tumpukan Sampah Gegerkan Karawang Barat, Bayi Diselamatkan Warga

0
Caption: Tangisan di Tumpukan Sampah Gegerkan Karawang Barat, Bayi Diselamatkan Warga

ULASBERITA.CLICK – Karawang Barat kembali diguncang peristiwa memilukan. Warga Kelurahan Karangpawitan dikejutkan dengan penemuan seorang bayi yang diduga sengaja dibuang di area pembuangan sampah Jalan Jatirasa Tengah RT 02 RW 08, Rabu (11/2/2026).

Tangisan lirih dari balik tumpukan sampah menjadi awal terungkapnya kejadian ini. Bu Entin, warga setempat yang hendak membuang sampah, sontak terdiam saat mendengar suara mencurigakan. Rasa penasaran membawanya mendekat, dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati seorang bayi tergeletak di antara sampah.

Tanpa ragu, Bu Entin berteriak meminta pertolongan. Warga berdatangan, suasana mendadak tegang. Bayi malang itu segera dilarikan ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis. Nyawa kecil itu terselamatkan berkat keberanian dan kepedulian seorang ibu rumah tangga yang sigap bertindak.

“Alhamdulillah, saat ini bayi sudah dalam penanganan intensif di RSUD Karawang. Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan keberanian Bu Entin yang sigap menyelamatkan nyawa bayi tersebut,” ujar Camat Karawang Barat, Agus Somantri.

Namun di balik rasa syukur, terselip keprihatinan mendalam. Tindakan membuang bayi dinilai sebagai perbuatan tidak manusiawi sekaligus pelanggaran hukum serius.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini menjadi pengingat bahwa persoalan sosial tidak bisa diabaikan. Pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan kelurahan, kepolisian, serta dinas terkait untuk mengungkap pelaku,” tegas Agus.

Lurah Karangpawitan, Yadi Cahyadi, memastikan pihaknya langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan. Lingkungan dinyatakan kondusif, dan warga bahu-membahu membantu proses evakuasi.

Babinsa Karangpawitan, Hendrik, turut mengamankan lokasi dan menghimpun keterangan warga. Ia mengimbau masyarakat yang memiliki informasi agar segera melapor guna mempercepat proses penyelidikan.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi masyarakat. Pembina lingkungan, Ujang Solihin, menyebut kejadian tersebut bukan sekedar persoalan hukum, tetapi krisis kemanusiaan.

“Ini soal nilai moral dan kepedulian sosial. Kami akan mendorong pembinaan dan penyuluhan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan MP Karangpawitan, Karno, yang mengajak warga lebih peka terhadap persoalan sosial di sekitar.

“Kita tidak boleh abai. Jika ada warga menghadapi masalah berat, harus segera dikomunikasikan dengan RT, RW, atau kelurahan. Jangan sampai berujung tragedi,” katanya.

Peristiwa ini menyita perhatian luas masyarakat Karawang. Sejumlah warga mendatangi RSUD Karawang untuk memastikan kondisi bayi sekaligus mendoakan keselamatannya. Hingga berita ini diturunkan, bayi tersebut masih menjalani perawatan intensif dan dalam pengawasan tim medis.

Pihak kecamatan dan kelurahan mengimbau masyarakat tidak berspekulasi serta menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang. Di tengah duka dan kemarahan publik, muncul pula secercah harapan: kepedulian warga seperti Bu Entin membuktikan bahwa nurani dan keberanian masih hidup di tengah masyarakat.

Tangisan yang semula terdengar dari tumpukan sampah kini berubah menjadi simbol solidaritas. Karawang berduka, tetapi juga belajar, bahwa satu tindakan peduli dapat menyelamatkan masa depan sebuah nyawa.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini