Karawang Diserbu Peziarah! Haul ke-167 Syech Quro dan Syech Benthong Jadi Magnet Religi dan Budaya

0
Caption: Karawang Diserbu Peziarah! Haul ke-167 Syech Quro dan Syech Benthong Jadi Magnet Religi dan Budaya

Karawang – Dusun Krajan 2, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang mendadak lautan manusia. Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan tersebut dalam peringatan Haul ke-167 Syech Quro dan Syech Benthong, dua ulama penyebar Islam di pesisir utara Jawa Barat.

Tak sekedar ziarah, acara tahunan ini berubah menjadi peristiwa besar yang memadukan spiritualitas, tradisi, dan pergerakan ekonomi rakyat.

Bendahara panitia haul, Abdul Fatah, menyebut kegiatan digelar selama empat hari sejak Kamis dan mencapai puncaknya pada Minggu.

“Rangkaian haul dimulai hari Kamis sampai Minggu, jadi total empat hari,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (14/2/2026).

Kirab sakral, sapi diarak keliling kampung

Hari pertama dibuka dengan kirab budaya yang menarik perhatian warga. Air, menyan, hingga hasil bumi diarak keliling kampung lalu dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol keberkahan.

Yang paling menyita perhatian, seekor sapi turut diarak bersama rombongan sebelum akhirnya disembelih pada hari kedua dan dibagikan kepada warga.

Malam harinya suasana berubah khidmat. Jamaah tumpah ruah mengikuti tausiah satu panggung dari dua penceramah, K.H. Kholil dan K.H. Obay.

“Di hari kedua malam ada tausiah dari K.H. Kholil dan K.H. Obay,” kata Abdul Fatah.

Bebaritan dan tawasulan, tradisi yang tak pernah hilang

Warga juga menggelar bebaritan, syukuran adat sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang selalu hadir setiap tahun dalam haul.

Selain itu, tawasulan rutin setiap malam Sabtu tetap berjalan sepanjang tahun, menjadikan lokasi ini tak pernah sepi peziarah bahkan di luar musim haul.

Jamaah lintas kota, ekonomi warga ikut hidup

Panitia mencatat jamaah datang dari berbagai wilayah: Cirebon, Indramayu, Bandung, Depok, Bekasi hingga Jakarta. Banyak di antaranya merupakan peziarah rutin setiap tahun.

“Karena ini agenda tahunan, banyak jamaah yang memang sudah rutin datang ke sini,” ujarnya.

Kehadiran ribuan orang juga menggerakkan ekonomi lokal. Pedagang dadakan bermunculan, parkiran penuh, hingga rumah warga disulap menjadi tempat singgah peziarah.

Panitia berharap kegiatan ini terus berkembang.

“Harapannya acara lebih meriah, jamaah makin banyak, dan bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar,” tutur Abdul Fatah.

Haul Syech Quro dan Syech Benthong kini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi telah menjadi peristiwa budaya besar Karawang yang menyatukan tradisi, dakwah, dan kehidupan sosial masyarakat.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini