Dari Polemik ke Aksi Sosial: IWOI Karawang Tancap Gas Berbagi Ratusan Takjil, Publik Soroti Soliditas

0
Caption: Dari Polemik ke Aksi Sosial: IWOI Karawang Tancap Gas Berbagi Ratusan Takjil, Publik Soroti Soliditas

Karawang — Usai polemik yang sempat memanas dengan pihak kampus, puluhan anggota Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) justru menunjukkan manuver berbeda. Mereka menggelar konvoi sosial dengan membagikan ratusan kotak takjil di Kabupaten Karawang, Jumat (27/2/2026) sore.

Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua IWOI DPD Karawang Syuhada Wisastra bersama Ketua Umum IWO Indonesia NR Icang Rahardian.

Diawali Permintaan Maaf Unsika

Menariknya, sebelum konvoi digelar, rombongan IWOI terlebih dahulu menerima permintaan maaf resmi dari staf Humas dan perwakilan Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).

Permintaan maaf tersebut disampaikan terbuka di hadapan aparat dan anggota IWOI, menyusul polemik pemberitaan yang sebelumnya memicu ketegangan antara kampus dan insan pers.

Setelah momen itu, situasi dinyatakan kondusif dan kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara baik.

Konvoi Takjil Serbu Jalan Protokol

Tak menunggu lama, rombongan IWOI langsung bergerak melakukan konvoi berbagi takjil sebagai penutup rangkaian hari itu.

Rute konvoi dimulai dari depan Kompleks Pemda Karawang, melintasi Jalan Johar, melewati kawasan Unsika, hingga berakhir di Alun-alun Karawang.

Sepanjang perjalanan, ratusan kotak takjil dibagikan kepada:

• pengendara yang melintas

• pedagang kaki lima

• tukang parkir

• warga yang ngabuburit

• hingga para santri di sekitar masjid kawasan alun-alun

Iringan kendaraan dengan sound system besar yang memutar musik membuat konvoi ini menyedot perhatian warga di sepanjang rute.

Pesan Politik Moral dari Insan Pers

Ketua IWOI DPD Karawang, Syuhada Wisastra, menegaskan kegiatan ini sengaja digelar sebagai penutup yang positif setelah polemik dengan Unsika.

“Setelah persoalan dengan pihak Unsika diselesaikan secara baik melalui permintaan maaf resmi, kami ingin menutup rangkaian kegiatan hari ini dengan sesuatu yang positif, yaitu berbagi dengan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, momentum ini juga memperkuat solidaritas internal organisasi.

Menurut Syuhada, insan pers tidak boleh hanya hadir sebagai penyampai informasi.

“Insan pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk berbagi dan memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.

Ketum IWO Indonesia Angkat Bicara

Sementara itu, Ketua Umum IWO Indonesia, Icang Rahardian, mengaku terkesan dengan kekompakan jajaran IWOI Karawang.

“Saya melihat semangat kebersamaan teman-teman di Karawang sangat luar biasa. Ini menunjukkan organisasi ini solid dan mampu memberikan contoh kegiatan positif kepada masyarakat,” katanya.

Ia menilai Ramadhan menjadi momentum tepat untuk menunjukkan wajah humanis organisasi pers.

Ditutup Makan Bersama

Setelah pembagian takjil di kawasan Alun-alun Karawang, rombongan kembali ke depan Kompleks Pemda Karawang sebagai titik akhir.

Di lokasi tersebut, panitia membagikan puluhan kotak nasi kepada seluruh anggota yang terlibat, menutup hari yang dimulai dengan tensi tinggi dan diakhiri dengan pesan kebersamaan.

Publik kini menilai: apakah ini sekedar aksi sosial rutin Ramadhan, atau penegasan posisi baru IWOI sebagai kekuatan solidaritas pers di Karawang?

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini