Misteri Kematian PMI Asal Karawang – Jenazah Dimakamkan Tanpa Izin, Suami Meradang

0
Caption: Misteri Kematian PMI Asal Karawang - Jenazah Dimakamkan Tanpa Izin, Suami Meradang

Karawang – Duka mendalam bercampur kekecewaan dan amarah menyelimuti keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Karawang, Rita Indrayani. Warga Tanah Timbul, Desa Muara Lama, Kecamatan Cilamaya Wetan itu dilaporkan diduga meninggal dunia secara misterius saat bekerja di kawasan Timur Tengah.

Yang memicu kemarahan keluarga, proses pemakaman disebut dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan pihak keluarga, khususnya suami sah almarhumah.

Suami korban, Wian Toro, mengaku menerima kabar meninggalnya sang istri secara sepihak dan tanpa prosedur resmi negara. Hingga kini, ia menegaskan belum pernah menerima surat kematian, notifikasi tertulis, maupun pemberitahuan resmi dari instansi pemerintah terkait.

Hal tersebut disampaikan Wian kepada awak media saat ditemui di kediamannya di Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, Selasa (24/2/2026). Ia menilai penanganan kematian istrinya penuh kejanggalan dan terkesan ditutup-tutupi.

Menurut Wian, Rita berangkat bekerja ke Qatar melalui perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang hingga kini nama dan alamat resminya tidak pernah ia ketahui.

Ia hanya mengingat sponsor berinisial AP, warga Kecamatan Cilamaya Kulon. Sejak awal proses keberangkatan hingga pengurusan administrasi, seluruhnya diurus oleh kakak kandung Rita bernama Munir.

“Selama bekerja, komunikasi kami baik dan lancar. Tidak pernah ada masalah, tidak pernah ada tanda-tanda buruk,” ujar Wian.

Namun situasi berubah drastis pada Kamis malam, 12 Februari 2026. Wian menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengaku berasal dari KJRI, tanpa menjelaskan negara penugasan. Yang membuatnya semakin terkejut, panggilan tersebut dilakukan menggunakan telepon seluler milik Rita melalui aplikasi Messenger.

“Orang itu bilang istri saya meninggal karena serangan jantung. Saya langsung meminta agar jenazah dipulangkan ke Indonesia supaya bisa dimakamkan di kampung halaman,” ungkapnya.

Harapan itu pupus. Tiga hari kemudian, Wian kembali dihubungi dan diberi kabar bahwa jenazah Rita telah dimakamkan di Timur Tengah, tanpa izin, tanpa musyawarah, dan tanpa persetujuan keluarga.

“Saya sangat kecewa dan marah. Saya suami sah, tapi sama sekali tidak dianggap. Tidak ada izin, tidak ada musyawarah. Sponsor dan P3MI benar-benar tidak bertanggung jawab,” tegas Wian dengan nada geram.

Lebih jauh, Wian mengaku belum sepenuhnya percaya terhadap kabar kematian istrinya. Ia mencurigai adanya kejanggalan di balik peristiwa tersebut. Kecurigaannya muncul karena selama bekerja, Rita kerap meminta cerai dan seluruh gajinya selalu dikirim ke kakak kandungnya, bukan kepada dirinya sebagai suami.

“Kalau memang istri saya meninggal, seharusnya ada prosedur resmi. Pemberitahuan dari KJRI/KBRI, Kementerian Luar Negeri, BP3MI, atau Dinas Tenaga Kerja. Tapi sampai sekarang tidak ada apa-apa. Ini sangat janggal,” katanya.

Penelusuran awak media ke rumah kakak kandung korban di Desa Muara Baru juga belum membuahkan hasil. Rumah tampak sepi dan yang bersangkutan tidak dapat ditemui. Warga sekitar menyebut sempat ada acara tahlilan, namun hanya berlangsung selama tiga hari tanpa penjelasan lebih lanjut.

Upaya konfirmasi ke rumah sponsor berinisial AP pun nihil. Saat didatangi, rumah dalam keadaan kosong dan tidak ada pihak yang bisa memberikan keterangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sponsor, perusahaan penempatan PMI, serta instansi terkait seperti Disnakertrans dan BP3MI Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi, belum mendatangi keluarga korban, dan belum menunjukkan langkah pertanggungjawaban apa pun.

Kasus ini kembali menambah panjang daftar sorotan terhadap perlindungan negara bagi PMI. Publik kini menunggu jawaban tegas dari pihak berwenang: Apakah Rita Indrayani benar-benar meninggal dunia, atau ada fakta lain yang sengaja ditutup rapat?

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini