PMI Asal Telagasari Diduga Jadi Korban TPPO ke Irak, Kondisi Memprihatinkan Sponsor Bungkam

0
Caption: PMI Asal Telagasari Diduga Jadi Korban TPPO ke Irak, Kondisi Memprihatinkan Sponsor Bungkam

KARAWANG — Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali mencuat. Eda (43), warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga menjadi korban pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural ke Irak oleh seorang sponsor bernama Ema dan rekan-rekannya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Eda diberangkatkan ke Irak untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga melalui jalur yang diduga tidak resmi.

Ketua Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPD Kabupaten Karawang, Nendi Wirasasmita, mengungkapkan bahwa proses keberangkatan Eda dilakukan melalui pemroses perorangan.

“Ibu Eda diberangkatkan melalui jalur tidak resmi melalui pemroses perorangan. Yang bersangkutan mengaku disponsori oleh Ibu Ema, lalu dibawa ke salah seorang penyalur di Ciracas, Jakarta Timur. Kemungkinan pemroses di wilayah Ciracas ini adalah pemain lama,” ujar Nendi, Senin (2/3/2026).

Kondisi di Irak Memprihatinkan

Situasi Eda di Irak disebut sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang diterima FPMI, Eda mengalami pendarahan dan kesulitan berkomunikasi karena telepon genggamnya disita pihak syarikah (agensi di negara tujuan).

“Berdasarkan informasi, Ibu Eda saat ini mengalami pendarahan di Irak. Untuk HP disita oleh pihak syarikah sehingga beliau sulit berkomunikasi. Kami harapkan pemerintah Republik Indonesia segera turun tangan,” tegas Nendi.

Pihak FPMI mendesak pemerintah pusat dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah penyelamatan dan pemulangan.

Sponsor Diduga Bungkam

Upaya konfirmasi kepada sponsor bernama Ema belum membuahkan hasil. Menurut Nendi, yang bersangkutan memilih diam ketika dimintai klarifikasi.

“Saya sangat menyayangkan sikap Ibu Ema yang memilih diam dan bungkam ketika saya konfirmasi. Bagaimanapun caranya, saya mendesak Ibu Ema untuk segera memulangkan Ibu Eda,” ujarnya.

Diduga Korban Capai Puluhan Orang

Yang lebih mengkhawatirkan, pengakuan dari salah satu PMI nonprosedural di Irak menyebut jumlah pekerja migran yang dikirim melalui jalur serupa mencapai puluhan orang.

Temuan ini memantik kekhawatiran adanya jaringan pengiriman PMI ilegal yang masih aktif beroperasi.

FPMI menilai aparat penegak hukum dan instansi terkait harus segera:

• Menelusuri jaringan pemroses

• Menindak tegas pihak yang terlibat

• Memulangkan para PMI yang terjebak di Irak

Hingga berita ini dipublikasikan, sponsor PMI nonprosedural tujuan Irak bernama Ema masih memilih bungkam.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini