Karawang — Nasib memprihatinkan dialami seorang warga Dusun Antariem RT 009/RW 006, Desa Ciptamargi, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Rumah yang ditempatinya tampak rusak parah dan nyaris roboh. Ironisnya, pengajuan bantuan perbaikan rumah kepada pemerintah desa dan instansi terkait disebut tak kunjung mendapat kepastian.
Kepada wartawan, warga bernama Anda mengaku sudah lama mengajukan permohonan bantuan rumah layak huni. Namun hingga kini, ia merasa belum pernah menerima tanggapan yang jelas dari pihak berwenang.
“Sudah. Tapi tidak ada tanggapannya,” ujar Anda singkat saat ditemui dikediamannya, Rabu (4/3/2026).
Menurut pengakuannya, permohonan bantuan pernah disampaikan kepada seseorang bernama Ijah serta pihak desa. Ia juga mengaku sempat diarahkan ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Meski berkas penting seperti KTP, KK, dan sertifikat tanah telah dipersiapkan dan diterima, prosesnya disebut mandek tanpa kejelasan.
“Tidak ada tanggapan, tapi berkas tetap diterima,” tuturnya.
Ia memperkirakan pengajuan tersebut telah dilakukan sejak sekitar satu tahun lalu, bahkan mungkin lebih. Namun hingga saat ini belum ada realisasi bantuan maupun penjelasan resmi yang diterimanya.
Sementara itu, kondisi rumah yang dihuni benar-benar mengkhawatirkan. Atap terlihat berlubang, rangka kayu banyak yang lapuk, dan struktur bangunan tampak rapuh. Saat hujan deras dan angin kencang, resiko ambruk disebut semakin tinggi.
Situasi ini pun memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayah tersebut. Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan verifikasi lapangan dan memberikan kepastian, agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terus menunggu dalam ketidakjelasan.
Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin kondisi ini berubah dari sekedar keluhan menjadi potensi bencana yang seharusnya bisa dicegah sejak dini.
Penulis: Alim


