Helm Hilang di Parkiran RS Hastien Rengasdengklok, CCTV Tak Merekam: Publik Pertanyakan Sistem Keamanan

0
Caption: Helm Hilang di Parkiran RS Hastien Rengasdengklok, CCTV Tak Merekam: Publik Pertanyakan Sistem Keamanan

Karawang – Kasus kehilangan helm di area parkir RS Hastien Rengasdengklok kini menyita perhatian publik. Insiden yang tampak sepele ini justru memunculkan pertanyaan serius: seberapa aman sebenarnya sistem parkir di rumah sakit yang setiap hari dipadati pengunjung tersebut?

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 2 Maret 2026. Seorang pengunjung bernama Doni, warga Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, mengaku kehilangan helm yang sebelumnya ditaruh di sepeda motornya saat terparkir di area parkiran rumah sakit.

Doni datang sekitar pukul 15.00 WIB dan memarkirkan motornya seperti biasa dengan helm masih berada di kendaraan. Menjelang waktu berbuka puasa, sekitar pukul 17.30 WIB, ia keluar sebentar dari area rumah sakit untuk mencari makanan.

Namun ketika kembali sekitar pukul 18.00 WIB dan hendak pulang, helm yang sebelumnya berada di motor sudah tidak ada.

“Sekitar jam 17.30 keluar sebentar mau buka puasa. Pas balik lagi ke parkiran sekitar jam 18.00, helm sudah tidak ada,” ujar Doni.

Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan rumah sakit. Pihak security sempat mengajak korban mengecek rekaman CCTV di ruang pemantauan.

Sayangnya, hasil pengecekan justru mengecewakan.

Area parkiran tempat motor korban berada ternyata tidak terekam dengan jelas oleh kamera pengawas. Rekaman CCTV yang ada tidak mampu menunjukkan siapa yang mengambil helm tersebut.

Fakta ini langsung memunculkan tanda tanya besar mengenai sistem pengawasan di area parkir rumah sakit yang notabene merupakan fasilitas publik dengan mobilitas pengunjung tinggi.

Kasus tersebut kini turut ditangani aparat dari Polsek Rengasdengklok. Unit Reskrim melalui Aipda H. Syarif Usman, S.H., menyatakan pihaknya telah menerima pengaduan korban dan akan melakukan penelusuran untuk mengungkap kejadian tersebut.

“Kita ikhtiar dan usaha dulu. Ada atau tidak ada hasilnya, itu nanti,” ujar H. Syarif usai menerima pengaduan korban, Jumat (6/3/2026).

Meski nilai barang yang hilang tidak terlalu besar, peristiwa ini justru memantik perhatian masyarakat. Banyak yang menilai kasus tersebut menjadi alarm bagi pengelola parkir di fasilitas publik, khususnya rumah sakit.

Pasalnya, jika barang sederhana seperti helm bisa hilang tanpa jejak di area yang seharusnya diawasi kamera, publik pun mulai bertanya: seberapa aman sebenarnya sistem parkir di tempat yang setiap hari dikunjungi ratusan orang?

Korban berharap kejadian ini tidak berhenti sebagai laporan semata. Ia meminta ada kejelasan atas peristiwa tersebut sekaligus evaluasi terhadap sistem keamanan parkiran rumah sakit.

Sebab bagi masyarakat, rasa aman di fasilitas publik bukan sekedar harapan, melainkan hak yang seharusnya dijamin.

Penulis: Dedi MK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini