
Karawang – Kegiatan Rumah Ramadhan yang digelar Karang Taruna Kabupaten Karawang di Aula Kantor Kementerian Agama Karawang, Jumat (13/3/2026), mendapat apresiasi dari Kementerian Agama. Program yang diinisiasi kalangan pemuda ini dinilai menjadi contoh nyata peran generasi muda dalam menjaga harmonisasi sosial sekaligus memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Karawang, H. Yakub Lubis, dalam sambutannya di hadapan para tokoh agama, pemuda, dan perwakilan organisasi masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Yakub, kegiatan yang digagas Karang Taruna ini tidak sekedar menjadi agenda seremonial Ramadhan, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan dan kepedulian sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Karang Taruna hari ini menunjukkan wajah baru pemuda Karawang. Mereka bukan hanya organisasi kepemudaan, tetapi menjadi penggerak kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Yakub.
Ia juga menyampaikan salam dari Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Dr. H. Sofyan, yang berhalangan hadir karena sedang mengikuti rapat koordinasi terkait program Masjid Ramah Komunitas. Yakub menegaskan, Kemenag akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang memperkuat nilai moderasi beragama di Karawang.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang, KH. Dr. H. Maskur Mansur, serta Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang Dr. Dhani Sudirman, yang disebut sebagai salah satu sosok pemuda inspiratif yang mampu menggerakkan generasi muda untuk aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Yakub menilai peran pemuda sangat menentukan arah masa depan bangsa. Ia bahkan mengutip pepatah Arab yang menyebutkan bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan.
Ia juga mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah taman yang indah dengan berbagai jenis bunga yang memiliki warna dan aroma berbeda. Perbedaan itu justru menjadi kekuatan yang memperindah taman tersebut, seperti halnya keberagaman agama, suku, dan budaya di Indonesia.
“Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, tetapi bagaimana umat beragama menjalankan ajaran dengan bijak, damai, dan saling menghormati,” jelasnya.
Dalam momentum Ramadhan ini, Yakub menekankan tiga nilai utama yang harus terus dijaga bersama, yakni kepedulian sosial, persaudaraan kemanusiaan, serta toleransi antar umat beragama.
“Pemuda harus menjadi jembatan perdamaian. Jadilah generasi yang membangun jembatan, bukan tembok pemisah,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Yakub kembali mengapresiasi Karang Taruna yang telah memprakarsai kegiatan Rumah Ramadhan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga organisasi sosial.
Menurutnya, jika sinergi antara ulama, umaro, pemuda, FKUB, dan Kementerian Agama terus terjaga, maka Karawang berpotensi menjadi contoh daerah yang kuat dalam menjaga harmoni serta moderasi beragama.
Acara kemudian ditutup dengan pantun yang disampaikan Yakub Lubis sebagai pesan persatuan bagi generasi muda.
“Pemuda bersatu menjaga sesama, Moderasi beragama Indonesia terjaga selamanya.”
Penulis: Alim

