Edeh L. Puradireja Ajak PSIB Karawang Jaga Warisan Perjuangan Pendiri

0
Caption: Edeh L. Puradireja Ajak PSIB Karawang Jaga Warisan Perjuangan Pendiri

Karawang — Putri pendiri Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB), Edeh L. Puradireja, menyampaikan pidato penuh penghormatan terhadap sejarah perjuangan dalam acara pengukuhan pengurus DPC PSIB Kabupaten Karawang periode 2026–2031 yang digelar di Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok, Selasa (17/3/2026).

Dalam sambutannya, Edeh menegaskan rasa bangganya terhadap sejarah perjuangan para tokoh pendahulu sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan yang diwariskan kepada generasi saat ini.

Di hadapan para tokoh PSIB, jajaran pengurus, serta tamu undangan, termasuk Ketua DPC PSIB Karawang H. Maslani yang juga menjabat Wakil Bupati Karawang, Edeh menyampaikan penghormatan kepada para sesepuh yang selama ini menjaga warisan sejarah organisasi.

“Saya masih sangat bangga dengan sejarah dan perjuangan yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” ujarnya.

Kisah Ama R. Oetje Poeradireja, Djiauw Kie Siong, dan Bung Karno

Dalam pidatonya, Edeh juga mengisahkan cerita sejarah yang diwariskan secara turun-temurun mengenai Ama R. Oetje Poeradireja dan Djiauw Kie Siong, dua tokoh yang disebut memiliki kaitan dengan momen menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut cerita yang ia dengar dari seorang sesepuh bernama Pak Unta, pada suatu waktu menjelang subuh sekitar pukul 04.30 hingga 05.00, Soekarno atau Bung Karno disebut datang menemui Ama R. Oetje Poeradireja.

Dalam pertemuan tersebut, Ama R. Oetje Poeradireja disebut menyampaikan pesan penting terkait rencana proklamasi kemerdekaan.

“Ama R. Oetje Poeradireja mengatakan kepada Bung Karno agar segera pulang karena hari Jumat harus diproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Edeh saat menceritakan kembali kisah tersebut.

Ia menilai kisah itu menjadi bagian dari cerita sejarah yang jarang diungkap ke publik, namun menunjukkan besarnya peran tokoh lokal dalam perjalanan perjuangan bangsa.

Semangat Perjuangan Tanpa Pamrih

Edeh juga menegaskan bahwa sejak awal, semangat perjuangan Pejuang Siliwangi dibangun di atas pengabdian tanpa pamrih.

Ia mencontohkan sikap Ama R. Oetje Poeradireja yang disebut menolak menerima santunan sebagai veteran setelah Indonesia merdeka.

“Ama R. Oetje Poeradireja pernah mengatakan tidak perlu gaji sebagai veteran. Yang penting Indonesia sudah merdeka dan kemerdekaan itu harus terus dijaga,” tuturnya.

Menurutnya, nilai pengabdian dan keikhlasan itulah yang harus terus dijaga oleh seluruh anggota organisasi hingga saat ini.

Harapan untuk Pengurus Baru

Pada kesempatan itu, Edeh juga menyampaikan dukungan terhadap kepengurusan baru DPC PSIB Karawang. Ia berharap organisasi tersebut dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, banyak anggota PSIB berasal dari kalangan petani dan rakyat kecil, sehingga organisasi diharapkan mampu menjadi wadah penguatan ekonomi dan persatuan masyarakat.

“Kita harus tetap menjaga semangat silih asih, silih asah, silih asuh. Jangan memeras masyarakat dan jangan memanfaatkan orang lain. PSIB harus menjadi contoh yang baik,” tegasnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang bagi anggota organisasi untuk berkembang, baik melalui kesempatan kerja maupun pengelolaan lahan yang bisa dimanfaatkan secara produktif.

Menjaga Warisan Perjuangan

Di akhir pidatonya, Edeh mengajak seluruh anggota PSIB untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan, memperkuat persatuan, serta berkontribusi bagi bangsa dan daerah.

Menurutnya, sejarah perjuangan para pendahulu merupakan warisan besar yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

“Mudah-mudahan Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu di Karawang tetap besar dan menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini