Dari Rumah Sejarah Rengasdengklok, Syuhada Wisastra Serukan Kebangkitan PSIB Karawang

0
Caption: Dari Rumah Sejarah Rengasdengklok, Syuhada Wisastra Serukan Kebangkitan PSIB Karawang

Karawang — Seruan agar organisasi kemasyarakatan benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat menggema dari Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong, Rengasdengklok, Selasa (17/3/2026). Dalam momentum Pengukuhan DPC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten Karawang Periode 2026–2031, Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DPC PSIB Karawang Syuhada Wisastra menyampaikan harapan besar terhadap masa depan organisasi di bawah kepemimpinan baru.

Syuhada yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang menilai pengukuhan tersebut menjadi titik penting untuk memperkuat peran PSIB di tengah masyarakat.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, ulama, serta anggota PSIB dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang. Hadir pula Ketua DPC PSIB Kabupaten Karawang H. Maslani yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Karawang, Edeh L. Puradireja selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) sekaligus putri pendiri PSIB.

Turut hadir pula Ketua DPD PSIB Jawa Barat Brigjen TNI (Purn) H. Kemal Hendrayadi, S.I.P., serta Sekretaris DPD PSIB Jawa Barat Dr. H. M. Ihsan Said, M.M., bersama sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Darah Perjuangan dari Seorang Veteran

Dalam perkenalannya, Syuhada menegaskan dirinya merupakan putra asli Karawang yang lahir di Telukjambe. Meski sempat lama berada di luar daerah, ia mengaku kembali ke Karawang pada tahun 2019 dan terus mengikuti perkembangan daerahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa semangat perjuangan yang mendorongnya bergabung dengan PSIB tidak lepas dari latar belakang keluarganya. Sang kakek diketahui merupakan seorang pejuang yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia.

“Kakek saya dulu seorang pejuang dan sampai sekarang pangkatnya masih tersimpan di rumah. Dari situlah saya merasa memiliki kedekatan dengan nilai-nilai perjuangan, sehingga saya bergabung dengan PSIB,” ujarnya.

PSIB Harus Terlihat dan Bergerak

Syuhada mengungkapkan bahwa dirinya kerap berdiskusi dengan sejumlah tokoh dan anggota PSIB dari berbagai wilayah di Karawang, seperti Telagasari, Batujaya, Pedes hingga Rengasdengklok. Dari berbagai diskusi tersebut muncul satu harapan yang sama: PSIB harus semakin berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan baru PSIB Karawang yang kini dipimpin oleh Wakil Bupati Karawang H. Maslani.

“Dengan kepemimpinan Bapak H. Maslani yang baru, saya berharap semangat yang sudah ada bisa terus meningkat,” katanya.

Menurut Syuhada, Karawang memiliki potensi besar sebagai daerah industri sekaligus wilayah pertanian. Karena itu, organisasi kemasyarakatan seperti PSIB dinilai tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus ikut mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Karawang adalah kota industri dan pertanian. Kita tidak boleh berdiam diri. Dengan kepemimpinan Pak Wakil Bupati sebagai Ketua DPC PSIB yang baru, mudah-mudahan bisa memberikan arti yang lebih baik bagi kita semua,” ujarnya.

Jangan Sampai Masyarakat Bertanya: PSIB Ada di Mana?

Dalam pernyataan yang cukup menyita perhatian peserta, Syuhada menekankan pentingnya menunjukkan eksistensi PSIB di tengah masyarakat.

Menurutnya, PSIB sebenarnya telah tersebar di berbagai kecamatan di Karawang seperti Rengasdengklok, Jatisari, Pedes hingga Batujaya, namun keberadaan tersebut harus semakin dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya, Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu itu di mana. Kita harus tunjukkan bahwa PSIB ada dan hadir di berbagai wilayah Karawang,” tegasnya.

Pesan Kakek Pejuang untuk Masa Depan Karawang

Menutup penyampaiannya, Syuhada mengajak seluruh anggota PSIB untuk bersatu dan mendukung kepemimpinan baru demi kemajuan organisasi dan daerah.

Ia juga mengingat pesan mendalam dari kakeknya yang merupakan seorang veteran pejuang.

“Kakek saya pernah mengatakan, berjuang jangan hanya melihat masa lalu. Kalau hari ini Karawang ingin maju, maka kita harus ikut menegakkan kemajuan itu,” tutupnya.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang hadir. Bagi banyak pihak, momentum pengukuhan di tempat bersejarah Rengasdengklok itu menjadi simbol bahwa semangat perjuangan lama kini diharapkan kembali hidup untuk mendorong kemajuan Karawang dan peran nyata PSIB di tengah masyarakat.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini