BREAKING NEWS: Korban Bertambah! Laka Maut Majalengka Kini Renggut 7 Nyawa, Satu Pasien Kritis Tak Tertolong

0
Caption: BREAKING NEWS: Korban Bertambah! Laka Maut Majalengka Kini Renggut 7 Nyawa, Satu Pasien Kritis Tak Tertolong

Karawang – Tragedi kecelakaan maut yang menimpa rombongan pemudik asal Rengasdengklok, Karawang, kembali memakan korban. Satu pasien yang sebelumnya dalam kondisi kritis akhirnya meninggal dunia, sehingga total korban tewas kini mencapai 7 orang.

Korban terakhir diketahui bernama Ade Solihin (63), yang mengembuskan napas terakhir pada Kamis (26/3/2026) di ruang ICU RS Mitra Plumbon, Majalengka. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh PSM Rengasdengklok, Jejen Zaelani.

“Rencananya mau dirujuk ke RS Hasan Sadikin, tapi akhirnya meninggal dunia di ICU,” ujar Jejen.

Duka semakin mendalam karena Ade Solihin merupakan suami dari almarhumah Entang, yang juga menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut. Sepasang suami istri ini kini sama-sama menjadi korban dalam tragedi nahas itu.

Di hari yang sama, tim evakuasi juga memulangkan 9 korban ke Karawang, terdiri dari 1 jenazah dan 8 korban luka. Sementara satu korban lainnya, Oman, masih harus menjalani perawatan intensif pasca operasi dan belum diperbolehkan pulang.

Saat ini, jenazah Ade Solihin telah berada di rumah duka di Dusun Warudoyong Selatan, Desa Rengasdengklok Selatan, dan telah dishalatkan oleh keluarga sebelum dimakamkan.

Sebelumnya, kecelakaan tragis ini terjadi pada Senin malam (23/3/2026) di Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka. Kendaraan elf bernopol Z 7012 CN yang mengangkut sekitar 21 penumpang diduga mengalami rem blong, sehingga sopir kehilangan kendali dan kendaraan terbalik.

Awalnya, enam korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan di RS Talaga serta Puskesmas Cikijing.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Karawang telah memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada masing-masing keluarga korban meninggal dunia. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bahkan turun langsung ke rumah duka untuk menyerahkan bantuan tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan publik dan pengingat keras akan pentingnya kelayakan kendaraan dan keselamatan perjalanan, terutama saat arus mudik yang rawan kecelakaan.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini