Puluhan Tahun Menunggu, Harapan Ustadz Gilang untuk Rumah Layak Huni Tak Kunjung Terwujud

0
Caption: Puluhan Tahun Menunggu, Harapan Ustadz Gilang untuk Rumah Layak Huni Tak Kunjung Terwujud

Karawang — Perjuangan panjang Kartubi, yang akrab disapa Ustadz Gilang, dalam mengajukan bantuan perbaikan rumah belum juga membuahkan hasil. Warga Dusun Bojong Karya 2, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok ini mengaku telah mengajukan bantuan sejak tahun 2003, namun hingga kini belum ada kejelasan dari pihak terkait.

Ustadz Gilang menuturkan, dirinya sudah berulang kali mengajukan permohonan melalui berbagai jalur, baik lewat perwakilan maupun langsung ke pemerintah desa. Setiap kali mengajukan, ia diminta melengkapi sejumlah persyaratan seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, hingga sertifikat tanah.

“Sudah beberapa kali ngajuin, semua persyaratan sudah dilengkapi. Tapi setelah menunggu lama, tidak ada kabar,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ironisnya, ia juga sempat mendapat kabar bahwa berkas pengajuannya hilang setelah dititipkan ke pihak desa. Meski demikian, ia tetap berupaya memenuhi kembali seluruh persyaratan dan mengajukan ulang.

“Katanya berkasnya hilang. Saya disuruh bikin lagi, ya saya buat lagi. Ajukan lagi sampai sekarang belum ada hasil,” ungkapnya.

Tercatat, Ustadz Gilang telah empat kali mengajukan bantuan. Pengajuan terakhir dilakukan pada bulan Ramadhan tahun ini, namun lagi-lagi belum mendapatkan kejelasan.

“Terakhir diajukan lagi, katanya mau diinput, tapi sampai sekarang tidak ada informasi lanjutan,” katanya.

Saat ini, Ustadz Gilang tinggal bersama kedua orang tuanya yang telah lanjut usia di rumah yang kondisinya memprihatinkan. Ia mengungkapkan, rumah tersebut sudah tidak layak huni, terutama saat musim hujan karena banyak bagian atap yang bocor.

“Kalau hujan bocor di beberapa bagian. Harapannya rumah ini bisa diperbaiki supaya layak dihuni dan nyaman,” harapnya.

Sehari-hari, Ustadz Gilang bekerja sebagai pengajar ngaji, sementara kepala keluarga berprofesi sebagai buruh tani. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama bagi mereka untuk memperbaiki rumah secara mandiri.

Ia berharap ada perhatian nyata dari pemerintah agar rumah yang telah ditempati selama puluhan tahun itu dapat segera diperbaiki dan menjadi tempat tinggal yang layak bagi dirinya dan keluarga.

Penulis: Dedi MK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini