Karawang — Potret kemiskinan kembali menampar wajah pembangunan di Kabupaten Karawang. Di Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, harapan warga untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah justru berujung kekecewaan panjang.
Abah Sidik, warga Dusun Pilang RT 01 RW 01, mengaku telah mengajukan bantuan perbaikan rumah sejak beberapa tahun lalu. Prosesnya bahkan sudah sampai tahap survei. Namun hingga kini, realisasi tak pernah datang. Ironisnya, rumah yang diharapkan bisa diperbaiki itu justru keburu roboh.
“Sudah diajukan dari dulu, sudah disurvei juga, tapi sampai sekarang tidak ada kabar. Sekarang rumahnya malah sudah roboh,” ungkap Hadi, warga sekitar, Sabtu (11/4/2026).

Kondisi serupa juga dialami keluarga Kasum dan Enjat. Mereka harus menelan pil pahit setelah rumah yang ditempati ambruk tanpa pernah tersentuh bantuan dari pihak terkait. Peristiwa rumah roboh tersebut terjadi pada Kamis lalu, menambah daftar panjang warga yang terdampak.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap kinerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang. Warga menilai, program bantuan yang seharusnya menjadi solusi justru terkesan hanya sebatas janji tanpa realisasi.
“Dari dulu cuma janji-janji saja, seperti PHP. Tidak ada tindakan nyata,” keluh warga lainnya.
Kasus ini menjadi cerminan bahwa di tengah gencarnya pembangunan, masih ada warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa perlindungan yang layak. Pemerintah daerah pun didesak untuk tidak lagi menutup mata dan segera mengambil langkah konkret.
Jika tidak, kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan sosial dikhawatirkan akan terus runtuh, seiring dengan runtuhnya rumah-rumah warga yang seharusnya dilindungi.


