Rokok Jadi Kedok Narkoba di Lapas Karawang: 48 Batang Disita, Siapa Dalangnya?

0
Caption: Rokok Jadi Kedok Narkoba di Lapas Karawang: 48 Batang Disita, Siapa Dalangnya?

Karawang — Modus lama dengan wajah baru kembali terungkap. Puluhan batang rokok yang tampak biasa ternyata menjadi “kendaraan” penyelundupan narkotika ke dalam Lapas Kelas IIA Karawang. Sebanyak 48 batang rokok berisi tembakau sintetis berhasil digagalkan petugas, Rabu (16/04/2026).

Dua pengunjung berinisial SG dan NIP diduga membawa masing-masing dua bungkus rokok yang telah dimodifikasi. Di balik kemasan legal, setiap batangnya diduga diisi zat terlarang. Barang itu rencananya akan diserahkan kepada warga binaan YA dan AM, dengan satu nama lain mencuat sebagai pengendali: AS.

Pertanyaannya, bagaimana barang seperti ini bisa nyaris lolos?

Modusnya tidak asal-asalan. Rokok lokal dikemas ulang, isi diganti dengan tembakau sintetis jenis narkotika yang kerap disamarkan menyerupai produk sehari-hari. Cara ini bukan hal baru, tetapi tetap berulang, seolah selalu ada celah yang dicoba ditembus.

Aksi ini terbongkar bukan dari alat canggih, melainkan dari insting petugas. Kecurigaan muncul saat seorang warga binaan tampak gelagapan usai menerima kunjungan. Dari situ, pemeriksaan dilakukan, dan hasilnya membuka fakta yang tak bisa diabaikan.

Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) bersama pengamanan lapas menemukan perbedaan mencolok pada isi lintingan rokok. Indikasi kuat adanya narkotika langsung ditindaklanjuti.

Kasus ini kini ditangani Polres Karawang. Barang bukti dan pihak terkait telah diamankan untuk proses hukum. Namun publik patut bertanya: apakah ini kasus tunggal, atau hanya satu dari banyak percobaan yang belum terungkap?

Kepala Lapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo, menegaskan sikap tegas.

“Tidak ada toleransi bagi upaya memasukkan narkotika ke dalam lapas. Pengawasan akan terus kami perketat,” ujarnya.

Pernyataan itu penting. Tapi lebih penting lagi, konsistensi di lapangan.

Kasus ini kembali membuka realitas yang tak nyaman: upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas masih terus terjadi, dengan modus yang semakin kreatif. Di sisi lain, keberhasilan penggagalan ini menunjukkan bahwa kewaspadaan petugas tetap menjadi benteng terakhir.

Publik kini menunggu, bukan hanya penindakan, tetapi juga pembenahan menyeluruh agar “rokok berisi racun” tak lagi menemukan jalan masuk ke balik jeruji.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini