Karawang — Permintaan maaf telah diucapkan. Janji perbaikan juga sudah dilontarkan. Namun satu pertanyaan kini menggema di tengah masyarakat: cukupkah itu untuk menjawab kegelisahan publik soal pelayanan darurat?
Direktur RSUD Jatisari, dr. Hj. Anisah, M.Epid., MM., akhirnya angkat bicara terkait polemik pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sebelumnya memicu keluhan keras dari keluarga pasien. Ia mengakui adanya “miskomunikasi pelayanan” dalam kejadian tersebut.
“Kami mohon maaf atas miskomunikasi pelayanan yang terjadi. Kami berjanji ke depan hal ini tidak akan terulang lagi,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia juga menyampaikan harapan agar pasien yang ditangani segera pulih. Namun di balik pernyataan tersebut, publik mulai mempertanyakan: apakah yang terjadi benar sekedar miskomunikasi, atau ada persoalan yang lebih dalam?
Di sisi lain, orang tua pasien memilih merespons dengan sikap terbuka. Permohonan maaf diterima, terlebih setelah direktur turun langsung menemui keluarga. Namun, penerimaan itu bukan tanpa catatan.
“Permohonan maaf saya terima. Apalagi direktur sudah datang langsung. Tapi tolong, perbaiki pelayanan RSUD Jatisari,” tegasnya.
Pernyataan itu sederhana, tapi tajam. Ia menyoroti fakta bahwa RSUD Jatisari merupakan salah satu fasilitas kesehatan terdekat yang menjadi tumpuan masyarakat. Artinya, kualitas pelayanan bukan sekedar harapan, melainkan kebutuhan mendesak.
“Karena ini rumah sakit terdekat, pelayanannya harus benar-benar diperbaiki,” lanjutnya.
Kasus ini tak lagi sekedar soal satu pasien. Ia berubah menjadi cermin bagi sistem pelayanan kesehatan daerah. Ketika IGD yang seharusnya menjadi garis pertama penyelamatan nyawa justru dipersoalkan, maka wajar jika publik mulai bersuara lebih keras.
Kini, sorotan tak berhenti pada permintaan maaf. Masyarakat menunggu bukti nyata: perubahan sistem, peningkatan respons, dan jaminan bahwa dalam kondisi darurat, tidak ada lagi pasien yang merasa “tidak ditangani”.
Karena pada akhirnya, di ruang IGD, waktu bukan sekedar angka, melainkan penentu hidup dan mati.


