Karawang — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Telagamulya 2 di Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, resmi ditutup sementara setelah puluhan warga dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penutupan dilakukan guna kepentingan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan hingga distribusi makanan. Peristiwa ini memicu kepanikan di tengah masyarakat, khususnya para penerima manfaat program yang bergantung pada MBG untuk pemenuhan gizi harian.
Sejumlah warga yang terdampak dilaporkan mengalami gejala seperti mual, pusing, muntah, hingga lemas setelah menyantap makanan yang dibagikan.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, membenarkan penutupan sementara dapur tersebut. Ia menyebut, keputusan itu berdasarkan instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.
“Sudah keluar surat BGN Pusat terkait pemberhentian sementara operasional SPPG-nya,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ridwan yang juga menjabat sebagai Kepala Bapperida Kabupaten Karawang menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi lanjutan.
“Dengan terus melakukan evaluasi standar operasional, kapasitas SDM, dan mekanisme penyaluran,” ungkapnya.
Sebelumnya, sebanyak 46 warga Desa Cariumulya, Kecamatan Telagasari, dilarikan ke sejumlah klinik dan fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan.
Para korban terdiri dari balita dan ibu menyusui yang merupakan penerima manfaat program MBG melalui kegiatan posyandu setempat. Insiden ini langsung mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang bersama jajaran TNI dari Koramil 0409/Telagasari yang turun melakukan penanganan cepat di lapangan.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses penyelidikan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang sembari menunggu hasil pemeriksaan resmi.


