Silahkan Bantah! Dugaan Bibit Bantuan Dijual & Digiling di Karawang Kian Memanas

0
Caption: Silahkan Bantah! Dugaan Bibit Bantuan Dijual & Digiling di Karawang Kian Memanas

Karawang – Aroma skandal bantuan pertanian di Desa Kalangsurya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, semakin menyengat. Dugaan penyelewengan bibit padi kini tak lagi sekedar isu liar, tetapi disebut-sebut memiliki bukti kuat dan saksi mata di lapangan.

Tokoh masyarakat setempat, Dicky Wahyudin, secara terbuka menantang pihak-pihak terkait untuk membantah tudingan tersebut. Namun ia menegaskan, fakta yang ada dinilai sudah terlalu jelas untuk disangkal.

“Silahkan saja kalau mau menyanggah, sah-sah saja. Tapi buktinya sudah jelas,” tegas Dicky, Jumat (1/5/2026).

Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Dicky mengungkap bahwa praktik dugaan penyimpangan bantuan bibit dari dinas pertanian disebut telah berlangsung berulang kali. Bibit yang seharusnya ditanam demi ketahanan pangan justru diduga digiling menjadi beras.

“Bibit bantuan itu sering digiling, bukan cuma sekali. Saksi mata juga banyak,” ujarnya.

Lebih mengejutkan lagi, muncul dugaan aliran penjualan bibit dalam jumlah besar. Dicky menyebut sekitar satu ton bibit padi diduga dijual oleh seseorang berinisial HD kepada tengkulak beras di wilayah Pulosari berinisial UD.

“Informasinya jelas. Sekitar satu ton bibit dijual ke tengkulak beras di Pulosari. Ada saksi mata yang melihat langsung,” ungkapnya.

Jika benar, praktik ini bukan hanya penyimpangan biasa, melainkan berpotensi menjadi skema terorganisir yang merugikan petani sekaligus menggerus anggaran negara. Apalagi, saksi yang disebut bukan sekedar mendengar, tetapi diklaim menyaksikan langsung proses transaksi.

Pernyataan keras ini langsung memicu gelombang reaksi publik. Warga mulai mempertanyakan ke mana sebenarnya bantuan pertanian disalurkan, dan siapa yang bertanggung jawab atas dugaan “perubahan nasib” bibit menjadi komoditas dagang.

Desakan pun menguat. Masyarakat menuntut aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan, mengusut tuntas dugaan ini secara transparan dan tanpa tebang pilih.

Jika tidak segera diungkap, kasus ini berpotensi menjadi bom waktu yang meruntuhkan kepercayaan petani terhadap program bantuan pemerintah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini