
ULASBERITA.CLICK – Kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) Susi Sulistiani (32), warga Kampung Pacing Bedeng, Desa Sumber Sari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, terus memanas dan memantik perhatian publik. Dalam klarifikasi terbuka yang berlangsung penuh ketegangan di sebuah warung kawasan Jembatan Kasih, Karawang-Bekasi, Jumat (8/5/2026), sponsor bernama Siti Badriah, warga Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, akhirnya buka suara terkait proses keberangkatan hingga polemik pemulangan Susi dari Riyadh, Arab Saudi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri pihak Divisi Investigasi Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPD Kabupaten Karawang yang mempertanyakan secara rinci proses perekrutan Susi, tahapan medical check up (MCU), hingga bentuk tanggung jawab sponsor terhadap kondisi PMI yang dikabarkan sakit dan mengalami dugaan kekerasan selama bekerja di luar negeri.
Dalam keterangannya, Siti Badriah mengaku awal mula mengenal Susi karena persoalan utang yang menjerat PMI tersebut. Ia menyebut Susi sendiri yang terus meminta diberangkatkan kembali ke Arab Saudi demi melunasi berbagai utangnya.
“Dia nangis-nangis, bilang banyak utang. Dia sendiri yang ngejar saya minta diberangkatkan lagi ke Saudi buat beresin utang,” ujar Siti.
Menurut Siti, keberangkatan Susi telah mendapat izin dari suaminya dan seluruh proses administrasi disebut sudah lengkap. Namun saat ditanya mengenai kondisi kesehatan Susi yang diketahui pernah menjalani operasi sesar dan masih memiliki anak kecil, Siti mengaku tidak memahami aturan medis terkait kelayakan PMI pasca sesar untuk bekerja di luar negeri.
“Kalau masalah medisnya saya enggak tahu, Pak,” katanya.
Polemik semakin memanas ketika Divisi Investigasi FPMI DPD Kabupaten Karawang menyoroti proses medical check up yang dilakukan di salah satu klinik di wilayah Karawang. Mereka menduga adanya kemungkinan kelalaian dalam pemeriksaan kesehatan apabila PMI pasca sesar dinyatakan layak bekerja ke luar negeri.
Tak hanya itu, pihak keluarga dan pendamping PMI juga mempertanyakan sikap sponsor yang dinilai kurang responsif saat pertama kali dihubungi terkait kondisi Susi yang disebut bermasalah di Arab Saudi.
Di sisi lain, Siti membantah tudingan tersebut. Ia mengklaim proses pemulangan Susi saat ini sedang diurus oleh sponsor bernama Ibu Cucum, warga Kampung Kuda-Kuda, Desa Bantar Sari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, yang disebut turut terlibat dalam proses keberangkatan PMI tersebut bersama sponsor bernama Pak Uci.
“Kata Bu Cucum sekarang lagi diurus kepulangannya Susi. Saya juga enggak mau dibilang enggak tanggung jawab,” ucapnya.
Sementara itu, Talam dari Divisi Investigasi FPMI DPD Kabupaten Karawang menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata mencari siapa yang salah, melainkan memastikan keselamatan dan kepulangan Susi ke Indonesia.
“Kalau sponsor dari awal kooperatif, mungkin persoalan ini enggak akan sebesar sekarang,” tegas Talam.
FPMI juga mendesak adanya surat pernyataan tertulis dari pihak-pihak terkait sebagai bentuk kepastian tanggung jawab terhadap proses pemulangan PMI tersebut.
Kasus ini kini menjadi sorotan serius karena menyangkut dugaan lemahnya pengawasan perekrutan PMI, kelayakan medis calon pekerja migran, hingga tanggung jawab sponsor dan pihak penyalur ketika PMI mengalami masalah di luar negeri.
Penulis: Alim

