Mantan Narapidana Bakal Direkrut Jadi Driver Online, Lapas Karawang Gandeng GOKAR

0
Caption: Mantan Narapidana Bakal Direkrut Jadi Driver Online, Lapas Karawang Gandeng GOKAR

Karawang – Sebuah langkah tak biasa dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang. Bersama PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara, lapas tersebut membuka peluang kerja bagi warga binaan yang akan bebas pada Mei dan Juni 2026 dengan menyiapkan mereka menjadi driver transportasi online.

Program pembinaan dan pemberdayaan itu digelar di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Karawang, Sabtu (9/5/2026), dan diikuti puluhan warga binaan yang akan menjalani pembebasan bersyarat.

Kolaborasi ini muncul dari keprihatinan terhadap stigma masyarakat yang masih memandang mantan narapidana sebagai pribadi yang sulit diterima kembali di lingkungan sosial.

Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, mengatakan banyak mantan warga binaan sebenarnya ingin berubah, namun terbentur sulitnya mencari pekerjaan setelah bebas.

“Banyak dari mereka sebenarnya ingin berubah dan hidup lebih baik, tetapi kesempatan kerja sangat terbatas. Karena itu, kami siap membantu dan mengarahkan mereka agar bisa bekerja secara normal sebagai driver GOKAR,” ujarnya.

Menurutnya, GOKAR tidak hanya ingin menjadi aplikasi transportasi online, tetapi juga bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.

“GOKAR merupakan perusahaan asli orang Karawang untuk Indonesia. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aplikasi transportasi online, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma’ruf Prasetyo Hadianto menegaskan bahwa warga binaan harus berani memulai kehidupan baru dengan lingkungan yang lebih baik agar tidak kembali terjerumus dalam kesalahan yang sama.

Dalam arahannya, Ma’ruf mengingatkan para warga binaan bahwa kehidupan di luar lapas jauh lebih keras sehingga mereka harus memiliki keterampilan dan kemauan untuk berubah.

“Kami ingin seluruh warga binaan setelah keluar dari sini bisa menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan diterima kembali di masyarakat. Jangan sampai kembali melakukan kesalahan yang sama,” tegasnya.

Program tersebut mendapat perhatian karena dinilai menjadi langkah nyata dalam menekan angka residivisme sekaligus membuka harapan baru bagi mantan narapidana untuk kembali hidup normal.

Tak hanya di Karawang, GOKAR bahkan berencana memperluas kerja sama serupa dengan lembaga pemasyarakatan lain di Jawa Barat hingga tingkat nasional.

“Ketika mereka memiliki pekerjaan dan lingkungan yang baik, maka peluang untuk kembali melakukan kesalahan tentu akan semakin kecil,” ujar Syuhada.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini