
Karawang — Di tengah ramainya polemik soal potongan aplikator transportasi online di Indonesia, GOKAR justru mengambil langkah yang membuat perhatian publik tertuju ke Karawang.
Saat pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online menetapkan batas maksimal potongan aplikator sebesar 8 persen, GOKAR malah memilih menetapkan potongan hanya 5 persen untuk para drivernya.
Kebijakan tersebut diumumkan resmi management GOKAR pada Selasa (19/5/2026) dan mulai berlaku efektif Rabu, 20 Mei 2026.
Langkah ini langsung menuai respons positif dari banyak driver lokal. Di tengah tingginya kebutuhan ekonomi dan ketatnya persaingan transportasi online, potongan yang lebih kecil dinilai menjadi angin segar bagi para pengemudi.
Tak sedikit driver yang menilai kebijakan itu bukan sekedar strategi bisnis, tetapi bentuk keberpihakan nyata terhadap kesejahteraan mitra di lapangan.
Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, mengatakan sejak awal GOKAR dibangun bukan hanya untuk menghadirkan layanan transportasi online, tetapi juga membawa semangat ekonomi kerakyatan berbasis daerah.
“GOKAR lahir dari Karawang untuk masyarakat Karawang. Kami ingin tumbuh bersama driver, UMKM, dan pelanggan dengan sistem yang lebih adil dan bersahabat,” ujar Syuhada dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan, keputusan mempertahankan potongan hanya 5 persen merupakan bentuk komitmen perusahaan agar para driver tetap mendapatkan penghasilan yang lebih layak.
“Kami memahami perjuangan para driver di lapangan. Karena itu management GOKAR mengambil langkah nyata dengan potongan yang lebih ringan agar pendapatan mitra semakin maksimal,” katanya.
Di tengah dominasi aplikasi besar nasional, kemunculan GOKAR juga mulai dipandang sebagai simbol kebangkitan karya anak daerah. Aplikasi lokal asal Karawang itu kini mencoba membuktikan bahwa platform daerah pun mampu bersaing di era digital dengan mengedepankan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat.
Tak hanya fokus pada kesejahteraan driver, GOKAR juga mengklaim terus menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan melalui layanan cepat, aman, dan terpercaya.
“Ini bukan hanya soal aplikasi transportasi. Ini tentang kebanggaan daerah, tentang bagaimana masyarakat Karawang mampu menciptakan platform sendiri dan berkembang bersama,” ungkap Syuhada.
Kini, kebijakan potongan 5 persen tersebut mulai ramai diperbincangkan publik dan dinilai bisa menjadi pembeda di tengah ketatnya persaingan industri transportasi online nasional.
Dengan slogan “Dekat Bersahabat”, GOKAR optimistis dapat menjadi pilihan masyarakat sekaligus membuka peluang kesejahteraan lebih luas bagi driver lokal Karawang.
Penulis: Alim

