
Karawang – Peta pergerakan mahasiswa di Kabupaten Karawang resmi memasuki babak baru. Forum musyawarah tertinggi Pimpinan Cabang Federasi Mahasiswa Islam (PC FMI) Kabupaten Karawang secara resmi menetapkan Bilal Akbar sebagai Ketua Umum terpilih dalam proses suksesi yang berlangsung panas, dinamis, dan demokratis dengan melibatkan seluruh delegasi komisariat se-Karawang.
Terpilihnya Bilal Akbar langsung menyita perhatian publik. Sosok aktivis muda yang dikenal vokal terhadap isu sosial dan kebijakan publik itu diprediksi bakal membawa warna baru bagi FMI Karawang, organisasi mahasiswa yang selama ini dikenal berani mengkritisi pemerintah daerah dan aktif menyuarakan keresahan masyarakat.
Tidak berjalan sendiri, Bilal Akbar akan didampingi dua figur muda yang dipercaya memperkuat fondasi organisasi. Jabatan Sekretaris Umum resmi diemban Agustian Rukmana, sementara posisi Bendahara Umum dipercayakan kepada Alfath Nasrullah Firdausy. Trio kepemimpinan baru ini disebut siap langsung “tancap gas” menyusun program prioritas demi memperkuat pengaruh gerakan FMI di Karawang.
Dalam pidato perdananya usai ditetapkan sebagai ketua umum, Bilal Akbar menegaskan bahwa FMI Karawang tidak boleh kehilangan daya kritis di tengah perubahan zaman.
“Mahasiswa harus tetap menjadi penjaga nurani rakyat. FMI akan terus berdiri di garis depan mengawal kepentingan masyarakat dan mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada publik,” tegasnya, Sabtu (23/5/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa FMI Karawang di bawah kepemimpinan baru tetap akan mempertahankan karakter organisasinya sebagai kelompok mahasiswa yang lantang terhadap isu transparansi, keterbukaan informasi publik, hingga pengawasan kebijakan pemerintah daerah.
Bilal juga menekankan bahwa gerakan mahasiswa tidak cukup hanya ramai di mimbar aksi atau media sosial. Menurutnya, FMI harus mampu melahirkan gerakan advokasi yang nyata dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah.
Di sisi lain, Sekretaris Umum terpilih Agustian Rukmana menegaskan bahwa pembenahan internal organisasi menjadi agenda mendesak yang tidak bisa ditunda. Restrukturisasi kepengurusan, penguatan kaderisasi, hingga penataan sistem administrasi akan dilakukan secara menyeluruh.
“Kami ingin FMI lebih tertata, lebih solid, dan lebih siap menghadapi tantangan gerakan ke depan. Organisasi besar harus dibangun dengan disiplin dan sistem yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Bendahara Umum Alfath Nasrullah Firdausy menaruh fokus besar terhadap kemandirian ekonomi organisasi. Ia menilai organisasi mahasiswa harus mampu berdiri mandiri tanpa bergantung pada kepentingan pihak luar.
Menurutnya, tata kelola anggaran yang bersih, transparan, dan profesional menjadi pondasi penting agar FMI Karawang tetap independen dalam menjalankan fungsi kontrol sosialnya.
Kepemimpinan baru FMI Karawang kini menjadi sorotan banyak pihak. Publik menanti apakah regenerasi ini benar-benar mampu melahirkan gerakan mahasiswa yang lebih progresif, berani, dan konsisten memperjuangkan suara rakyat di tengah dinamika sosial politik Karawang yang terus memanas.
Di tengah meningkatnya kritik masyarakat terhadap berbagai kebijakan publik, FMI Karawang dituntut bukan hanya menjadi organisasi yang keras bersuara, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata dan keberpihakan yang jelas kepada masyarakat kecil.
Penulis: Alim

