
KARAWANG – Di tengah dominasi raksasa transportasi online nasional, sebuah aplikasi lokal asal Kabupaten Karawang diam-diam menunjukkan taringnya. GOKAR, platform transportasi online besutan PT Gokar Digital Inovasi Nusantara, berhasil mencatatkan 3.016 pengguna hanya dalam waktu sekitar dua bulan sejak mulai beroperasi.
Angka tersebut bukan sekedar statistik. Di tengah ketatnya persaingan industri digital, pertumbuhan pengguna GOKAR menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat mulai memberikan ruang dan kepercayaan kepada inovasi karya anak daerah.
Data perusahaan menunjukkan lonjakan yang cukup mencolok. Pada 31 Maret 2026 jumlah pengguna tercatat 246 orang. Angka itu meningkat menjadi 400 pengguna pada 13 April, kemudian terus melesat hingga mencapai 2.480 pengguna pada 28 Mei. Hanya dalam waktu sepekan, jumlah pengguna kembali melonjak menjadi 3.016 orang per 5 Juni 2026.
Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, menyebut pencapaian tersebut sebagai bentuk kepercayaan masyarakat Karawang terhadap produk lokal yang lahir untuk menjawab kebutuhan daerah.
“Alhamdulillah, angka 3.016 pengguna bukan sekedar statistik. Ini adalah bentuk kepercayaan masyarakat Karawang terhadap karya anak daerah yang ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Syuhada, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, pertumbuhan yang terjadi dalam waktu singkat menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan alternatif layanan digital yang lebih dekat dengan kebutuhan lokal.
GOKAR sendiri tidak hanya ingin dikenal sebagai aplikasi transportasi online. Perusahaan menargetkan pengembangan menjadi ekosistem digital yang mencakup layanan pengiriman, UMKM, wisata, event, hingga berbagai kebutuhan digital lainnya.
Namun yang menarik perhatian bukan hanya pertumbuhan pengguna. Di balik perkembangan tersebut, muncul cerita berbeda dari para mitra pengemudi yang mengaku mendapatkan perlakuan yang jarang ditemukan di platform lain.
Salah satu mitra driver, Ojoy, mengungkapkan bahwa perusahaan hanya menerapkan potongan aplikasi sebesar 5 persen. Selain itu, driver juga mendapatkan helm dan jaket gratis serta fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
“Yang membuat kami bertahan bukan hanya soal penghasilan. Perusahaan benar-benar memperhatikan kesejahteraan driver. Kami juga merasa dilibatkan karena komunikasi dengan manajemen berjalan baik,” kata Ojoy.
Hal serupa disampaikan Anto. Menurutnya, perhatian perusahaan terhadap para pengemudi membuat mereka lebih termotivasi memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Kalau driver diperhatikan, otomatis kami lebih semangat melayani masyarakat. Hubungan dengan owner dan staf juga sangat baik dan penuh kekeluargaan,” ujarnya.
Di sisi lain, respons positif juga datang dari pengguna. Rina (29), warga Telukjambe Timur, mengaku puas menggunakan layanan GOKAR karena proses pemesanan yang mudah dan pelayanan yang cepat.
“Yang membuat saya bangga adalah ini aplikasi asli Karawang yang bisa bersaing dengan aplikasi nasional,” katanya.
Sementara Asep (35), warga Karawang Barat, menilai kehadiran GOKAR memberi masyarakat lebih banyak pilihan layanan transportasi.
“Semakin banyak pilihan tentu semakin baik. Saya melihat GOKAR punya potensi besar karena lahir dari Karawang dan memahami kebutuhan masyarakat setempat,” ujarnya.
Pencapaian 3.016 pengguna dalam waktu sekitar dua bulan menjadi bukti bahwa inovasi daerah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Ketika pelayanan, teknologi, dan perhatian terhadap mitra berjalan beriringan, masyarakat ternyata tidak ragu memberikan dukungan.
Pertanyaannya kini, mampukah GOKAR mempertahankan laju pertumbuhan ini dan menembus pasar yang lebih luas?
Jika tren peningkatan pengguna terus berlanjut, bukan tidak mungkin aplikasi yang lahir dari Karawang ini akan menjadi salah satu contoh sukses bagaimana inovasi lokal mampu menantang dominasi pemain besar di era ekonomi digital.
Dengan semangat “Dari Karawang untuk Indonesia”, GOKAR kini tidak hanya menjual layanan transportasi, tetapi juga membawa harapan baru bahwa karya daerah mampu tumbuh, bersaing, dan menjadi kebanggaan masyarakat.

