Ubah Stigma! Lapas Karawang Disulap Jadi Lumbung Pangan, Kalapas Gandeng Media Tunjukkan Wajah Baru Pemasyarakatan

0
Caption: Ubah Stigma! Lapas Karawang Disulap Jadi Lumbung Pangan, Kalapas Gandeng Media Tunjukkan Wajah Baru Pemasyarakatan

Karawang – Siapa sangka, di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang kini tumbuh hamparan sawah, peternakan, hingga kolam perikanan yang produktif. Tempat yang selama ini identik dengan hukuman perlahan berubah menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan warga binaan melalui program Laskar Farm.

Tak hanya fokus pada keamanan, Lapas Karawang kini menggandeng Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang untuk memperkenalkan wajah baru pemasyarakatan kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghapus stigma negatif terhadap mantan warga binaan sekaligus memperlihatkan bahwa lapas juga berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat.

“Media adalah penyambung informasi kepada masyarakat. Kami ingin publik mengetahui bahwa di balik tembok lapas ada pembinaan, pelatihan keterampilan, dan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat. Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi tempat membentuk manusia agar siap kembali ke masyarakat,” ujar Ma’ruf, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, kerja sama dengan media merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan agar seluruh program pembinaan dapat diketahui masyarakat secara luas.

Di sisi lain, Lapas Karawang juga terus melakukan berbagai pembenahan, mulai dari memperkuat sistem keamanan, memberantas peredaran narkotika, mencegah penyalahgunaan telepon genggam dan penipuan, hingga menambah fasilitas Wartelsus dari 30 menjadi 115 unit. Pemindahan narapidana beresiko tinggi juga dilakukan agar proses pembinaan berjalan lebih optimal.

Namun yang paling menyita perhatian adalah hadirnya Laskar Farm, program pembinaan berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan yang melibatkan langsung warga binaan.

Melalui program tersebut, warga binaan dilatih mengelola lahan pertanian, merawat ternak, hingga membudidayakan ikan sebagai bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat. Program ini sekaligus menjadi implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Sebagian warga binaan sudah kami libatkan dalam program ketahanan pangan. Mereka bukan hanya belajar bekerja, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri, memiliki keterampilan, dan siap mandiri setelah bebas,” jelas Ma’ruf.

Ia menegaskan bahwa setiap warga binaan berhak memperoleh kesempatan kedua untuk memperbaiki kehidupannya.

“Tidak ada manusia yang pantas terus-menerus dipersalahkan. Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Tugas kami adalah membina mereka agar menjadi pribadi yang produktif dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ma’ruf berharap sinergi dengan IWOI DPD Karawang dapat menjadi kekuatan dalam menyampaikan berbagai perubahan positif yang terjadi di Lapas Karawang.

“Lapas Karawang akan terus berikhtiar menjadi lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap dukungan media dapat memperlihatkan kepada publik bahwa pemasyarakatan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang siap berkarya,” pungkasnya.

Kolaborasi antara Lapas Karawang dan insan pers ini diharapkan menjadi awal lahirnya paradigma baru tentang pemasyarakatan: bukan sekedar tempat menghukum, tetapi ruang pembinaan yang melahirkan manusia produktif, mandiri, dan siap kembali berkontribusi bagi bangsa.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini