Puluhan Tahun Kumuh, Akhirnya Ditertibkan! Dedi Mulyadi Angkat Topi untuk Langkah Berani Bupati Karawang Benahi Cikampek

0
Caption: Puluhan Tahun Kumuh, Akhirnya Ditertibkan! Dedi Mulyadi Angkat Topi untuk Langkah Berani Bupati Karawang Benahi Cikampek

Karawang – Setelah bertahun-tahun identik dengan kesemrawutan, bangunan liar, dan wajah kawasan yang kumuh, Cikampek akhirnya mulai berubah. Langkah tegas Pemerintah Kabupaten Karawang menertibkan bangunan liar mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Apresiasi itu disampaikan Dedi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 22 Juli 2026. Dalam unggahannya, ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Karawang yang dinilai berani menyelesaikan persoalan yang selama puluhan tahun tak kunjung tuntas.

“Terima kasih Bupati Karawang dan Forkopimda Karawang yang sudah menertibkan areal Cikampek. Kekumuhan berpuluh-puluh tahun yang tidak selesai kini sudah mulai ditata. Semangat!” tulis Dedi Mulyadi.

Pujian dari orang nomor satu di Jawa Barat tersebut menjadi pengakuan bahwa penataan kawasan Cikampek bukan sekedar pembongkaran bangunan liar, tetapi merupakan langkah awal mengembalikan fungsi ruang publik yang selama ini dipenuhi bangunan di atas fasilitas umum dan ruang milik jalan.

Sebagai kawasan strategis yang menjadi simpul transportasi dan pusat aktivitas ekonomi, Cikampek selama ini menghadapi berbagai persoalan. Trotoar yang tak lagi berfungsi, saluran drainase yang menyempit, kemacetan, hingga kesan kumuh menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun.

Kini, wajah kawasan mulai berubah. Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Forkopimda melakukan penertiban sebagai bagian dari program penataan kota agar lebih tertib, aman, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Namun, Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa pekerjaan pemerintah belum selesai. Menurutnya, penataan fisik kawasan harus berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan sosial, termasuk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), gelandangan, dan pengemis (gepeng).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pembahasan mengenai Karawang yang disebut menjadi salah satu daerah tujuan para pengemis dari berbagai wilayah. Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui operasi penertiban sesaat, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, Satpol PP, Dinas Sosial, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dedi mengaku telah berkoordinasi dengan Satpol PP di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat agar penegakan ketertiban umum dapat dilakukan lebih optimal sesuai kewenangan masing-masing daerah.

Di sisi lain, masyarakat berharap perubahan wajah Cikampek tidak berhenti pada pembongkaran bangunan liar. Warga menginginkan pemerintah melanjutkan penataan melalui normalisasi drainase, pembangunan trotoar yang layak, penambahan ruang terbuka hijau, peningkatan penerangan jalan umum, serta penataan pedagang agar kawasan tetap hidup tanpa kembali semrawut.

Apresiasi Gubernur Jawa Barat menjadi suntikan semangat bagi Pemerintah Kabupaten Karawang untuk terus melanjutkan penataan secara bertahap. Jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, Cikampek berpeluang menjadi wajah baru Karawang yang lebih modern, bersih, tertata, dan nyaman, sekaligus menjadi bukti bahwa persoalan yang bertahun-tahun dianggap sulit ternyata dapat diselesaikan melalui komitmen dan keberanian pemerintah.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini