Tak Lagi Coblos Kertas! Pilkades Karawang Bakal Beralih ke Sistem Digital, Begini Cara Warga Memilih

0
Caption: Tak Lagi Coblos Kertas! Pilkades Karawang Bakal Beralih ke Sistem Digital, Begini Cara Warga Memilih

KARAWANG — Cara masyarakat Kabupaten Karawang memilih kepala desa bakal mengalami perubahan besar. Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun ini akan dilaksanakan secara digital.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian publik karena warga nantinya tidak lagi hanya mengandalkan surat suara konvensional. Proses pemilihan akan memanfaatkan perangkat digital, mulai dari pemindaian QR Code hingga pemilihan kandidat melalui layar tablet.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengatakan sistem tersebut dipilih untuk menciptakan proses pemilihan yang lebih transparan, efektif, akuntabel, dan mudah diawasi.

“Tahun ini Kabupaten Karawang akan melaksanakan Pilkades serentak secara digital. Alhamdulillah sebelumnya sudah dilaksanakan di sembilan desa dan berjalan lancar,” kata Aep dalam video sosialisasi Pilkades Digital, dikutip Kamis (13/8/2026).

Menurut Aep, penerapan Pilkades Digital bukan sekedar perubahan teknologi dalam proses pencoblosan. Sistem tersebut dinilai sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat desa.

“Pilkades Digital merupakan momentum penting untuk mewujudkan proses demokrasi yang lebih transparan, akuntabel, efektif, dan berintegritas,” ujarnya.

Dari Surat Suara ke Tablet

Lantas, bagaimana cara warga memberikan suara?

Dalam sistem yang disosialisasikan Pemkab Karawang, pemilih terlebih dahulu datang ke meja registrasi.

Petugas kemudian memeriksa jari pemilih untuk memastikan belum terdapat tinta sebagai tanda bahwa hak pilih belum digunakan.

Setelah itu, surat undangan dan kartu identitas diverifikasi. Pemilih kemudian mengisi daftar hadir sebelum menuju bilik suara digital.

Di dalam bilik, pemilih menggunakan tablet yang telah disediakan panitia.

QR Code yang terdapat pada surat undangan kemudian dipindai menggunakan perangkat tersebut.

Setelah proses pemindaian berhasil, daftar calon kepala desa akan muncul di layar.

Pemilih tinggal menentukan salah satu kandidat dengan menekan tombol “Pilih Kandidat Ini”, kemudian mengonfirmasi pilihannya dengan menekan tombol “Pilih”.

Setelah pilihan dikonfirmasi, sistem akan mencetak print out sebagai bukti bahwa pemilih telah memberikan suara.

Bukti tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kotak audit yang disediakan panitia.

Setelah itu, pemilih mencelupkan jarinya ke tinta sebagai tanda telah menggunakan hak pilih.

Masih Ragu? Ada TombolUlangi

Yang menarik, sistem Pilkades Digital juga menyediakan fitur “Ulangi”.

Fitur ini memungkinkan pemilih kembali ke tahap sebelumnya apabila merasa salah atau masih ragu terhadap pilihannya, sebelum melakukan konfirmasi akhir.

Namun, pemilih tetap harus berhati-hati karena suara dinyatakan tidak sah apabila memilih lebih dari satu kandidat.

Bagaimana dengan Lansia dan Penyandang Disabilitas?

Pemkab Karawang juga menyiapkan kemudahan bagi pemilih disabilitas yang membutuhkan bantuan.

Pendamping wajib membawa surat kuasa dan kartu identitas. Pendamping diperbolehkan membantu pemilih melakukan pemindaian QR Code serta membacakan nama-nama calon kepala desa.

Sementara bagi pemilih lanjut usia yang membutuhkan bantuan, panitia dapat membantu mengantar hingga ke bilik suara.

Namun, panitia tidak mendampingi proses pemilihan atau menentukan pilihan pemilih.

Aep Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas

Bupati Aep Syaepuloh mengajak seluruh masyarakat Karawang ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pilkades.

“Mari bersama-sama menjaga suasana Pilkades agar tetap aman, tertib, damai, dan demokratis,” ucapnya.

Pemkab Karawang berharap pelaksanaan Pilkades Digital dapat berjalan lancar dan menjadi langkah maju dalam pemanfaatan teknologi untuk memperkuat demokrasi di tingkat desa.

Namun, di balik kemudahan teknologi tersebut, perhatian publik tentu akan tertuju pada satu hal penting: sejauh mana sistem digital mampu menjamin kerahasiaan pilihan, mencegah kesalahan, menjaga transparansi, dan memastikan setiap suara warga benar-benar dihitung secara akurat.

Sebab, pada akhirnya, teknologi boleh berubah, tetapi kepercayaan rakyat tetap menjadi taruhan utama dalam setiap pesta demokrasi.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini