SERAGAM BERGANTI, PENGABDIAN TAK BERHENTI: Rikha Permatasari Dipercaya Pimpin DPC PERADI RAJA Mojokerto Raya

0
Captuin: SERAGAM BERGANTI, PENGABDIAN TAK BERHENTI: Rikha Permatasari Dipercaya Pimpin DPC PERADI RAJA Mojokerto Raya

SURABAYA — Ada orang yang mengakhiri pengabdian ketika seragam terakhir dilepas. Namun ada pula yang justru menemukan medan pengabdian baru.

Kisah itu tergambar dalam perjalanan Dr. (c) TNI AD Purn. Adv. Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM.

Setelah menjalani pengabdian sebagai prajurit TNI Angkatan Darat, Rikha tidak berhenti melangkah. Ia kemudian memasuki dunia hukum sebagai advokat. Kini, perjalanan tersebut kembali memasuki babak baru setelah dirinya resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPC PERADI RAJA Mojokerto Raya.

Pengangkatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 022/DPN-PRDRJ/VIII/2026 tentang Pengangkatan Ketua DPC Surabaya & Mojokerto Raya. Dalam keputusan itu, Rikha Permatasari tercantum sebagai Ketua Cabang Mojokerto Raya dengan NIA 23.00009.

Pelantikan digelar pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di Hotel Elmi Surabaya.

Momentum tersebut bukan hanya tentang sebuah jabatan baru. Di balik pelantikan itu terdapat perjalanan panjang seorang perempuan yang memilih tetap berada di garis pengabdian, meski medan perjuangannya telah berubah.

DARI PRAJURIT KE ADVOKAT: MEDAN BERUBAH, JIWA PENGABDIAN TETAP SAMA

Masa purnatugas bagi Rikha bukan akhir dari perjuangan.

Seragam boleh berganti. Lingkungan pengabdian boleh berubah. Tetapi disiplin, keberanian, kehormatan dan kesetiaan terhadap bangsa tetap menjadi nilai yang dibawanya.

Semangat Sad Satya Sri Sena yang tertanam selama menjalani kehidupan sebagai prajurit wanita TNI AD menjadi bagian dari karakter yang kemudian dibawanya ketika memasuki dunia hukum.

Jika dahulu pengabdian dilakukan melalui tugas kemiliteran, kini perjuangan dilakukan melalui profesi advokat.

Argumentasi hukum menjadi bagian dari perjuangan. Pendampingan kepada pencari keadilan menjadi bentuk pengabdian. Sementara integritas dan keberanian menjadi prinsip yang harus tetap berdiri tegak.

Bagi Rikha, profesi advokat bukan sekedar persoalan menguasai hukum.

Seorang advokat harus memiliki integritas, keberanian, empati dan hati nurani, terutama ketika berhadapan dengan masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum.

BUKAN SEKEDAR MAWAR PENGHIAS TAMAN, TETAPI MELATI PAGAR BANGSA

Ada filosofi yang menggambarkan perjalanan pengabdian tersebut:

“Bukan sekedar Mawar Penghias Taman, tetapi Melati Pagar Bangsa.”

Kalimat itu bukan sekedar rangkaian kata.

Di dalamnya terdapat pesan bahwa perempuan juga mampu berdiri di garis depan pengabdian. Perempuan mampu memikul tanggung jawab, mengambil keputusan, menghadapi resiko dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Pengalaman Rikha sebagai prajurit wanita mengajarkannya bahwa ketegasan tidak harus menghilangkan kelembutan, dan keberanian tidak harus menghilangkan empati.

Prinsip itu kemudian menjadi bagian dari perjalanan profesinya sebagai advokat.

Tegas ketika hukum harus dipertahankan.

Berani ketika kebenaran harus disuarakan.

Namun tetap menggunakan hati nurani ketika berhadapan dengan manusia yang sedang mencari keadilan.

KETUA BUKAN MAHKOTA, MELAINKAN AMANAH

Kepercayaan memimpin DPC PERADI RAJA Mojokerto Raya disambut Rikha dengan rasa syukur sekaligus kesadaran atas besarnya tanggung jawab yang kini berada di pundaknya.

“Saya pernah dididik untuk mengabdi sebagai prajurit. Hari ini saya mengabdi melalui profesi advokat. Bagi saya, medan pengabdian boleh berubah, tetapi nilai kesetiaan terhadap bangsa, kebenaran dan keadilan tidak boleh berubah.”

Bagi Rikha, jabatan Ketua bukanlah mahkota untuk dibanggakan.

Jabatan adalah amanah.

Amanah yang harus dijalankan dengan kejujuran, integritas dan tanggung jawab.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Saya memohon doa dari seluruh rekan sejawat, senior, sahabat dan keluarga agar amanah ini dapat saya jalankan dengan jujur, berintegritas dan bermanfaat bagi masyarakat.”

Ke depan, Rikha berharap organisasi yang dipimpinnya mampu menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan antar advokat, meningkatkan profesionalisme, menjaga kode etik dan memperluas manfaat pelayanan hukum kepada masyarakat.

DUA SUMPAH, SATU JALAN PENGABDIAN

Perjalanan dari prajurit menuju advokat mempertemukan dua dunia yang berbeda.

Militer memiliki medan perjuangannya sendiri.

Dunia hukum juga memiliki tantangan yang tidak kalah besar.

Namun keduanya memiliki satu benang merah: kehormatan dan tanggung jawab.

Nilai pengabdian yang diperoleh Rikha selama menjadi prajurit tidak hilang ketika seragam militer dilepas. Nilai tersebut justru menjadi fondasi ketika ia memasuki medan perjuangan baru sebagai advokat.

Kini, amanah sebagai Ketua DPC PERADI RAJA Mojokerto Raya membuat tanggung jawab itu semakin besar.

Bukan hanya memimpin organisasi.

Bukan hanya membawa nama jabatan.

Tetapi menjaga kepercayaan.

Menjaga kehormatan profesi.

Dan memastikan keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, perjalanan Rikha Permatasari menyampaikan sebuah pesan sederhana namun kuat:

Pengabdian tidak selalu mengenakan seragam.

Kadang pengabdian hadir melalui keberanian membela kebenaran.

Kadang melalui pendampingan kepada mereka yang membutuhkan keadilan.

Dan kadang melalui keberanian menerima amanah untuk memimpin.

“Seragam boleh berganti, tetapi jiwa pengabdian tidak pernah purnatugas.”

“Bukan sekedar Mawar Penghias Taman, tetapi Melati Pagar Bangsa.”

Dari prajurit, menjadi advokat, kemudian dipercaya menjadi pemimpin.

Medannya berbeda, tetapi pengabdiannya tetap sama: untuk kebenaran, keadilan, masyarakat, bangsa dan negara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini