Berawal dari Iseng Membeli Wayang, Bocah 12 Tahun Asal Karawang Sabet Juara 1 Dalang Cilik

0
Caption: Berawal dari Iseng Membeli Wayang, Bocah 12 Tahun Asal Karawang Sabet Juara 1 Dalang Cilik

KARAWANG – Tak pernah terbayangkan sebelumnya, sebuah keisengan sederhana justru mengantarkan seorang anak berusia 12 tahun mencintai budaya wayang hingga meraih prestasi membanggakan.

Dialah Kharisma Marantika Suhana, siswa kelas 6 SDIT Lampu Iman asal Kabupaten Karawang. Kecintaannya terhadap dunia pewayangan bermula dari sebuah kunjungan ke Lembur Pakuan.

Saat berkunjung ke tempat yang dikenal sebagai kediaman Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Kharisma membeli sebuah wayang. Awalnya, tak ada niat khusus. Ia mengaku hanya iseng dan penasaran.

Namun, dari sebuah wayang yang dibeli secara sederhana itu, rasa penasaran Kharisma justru berkembang menjadi ketertarikan yang semakin besar terhadap kesenian tradisional.

Perlahan, Kharisma mulai memahami bahwa wayang bukan sekedar benda atau mainan tradisional. Di balik bentuk dan pertunjukannya, terdapat cerita, sejarah, filosofi serta berbagai pesan kehidupan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Ketertarikan itu pun tidak berhenti sebagai rasa suka. Kharisma mulai menekuni dunia pewayangan dan berani tampil sebagai dalang cilik.

Menariknya, kecintaan Kharisma terhadap wayang tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Ketika banyak anak seusianya lebih akrab dengan gawai dan hiburan modern, Kharisma justru menemukan kesenangan dari kesenian tradisional.

Kerja keras dan ketekunannya akhirnya membuahkan hasil.

Pada Agustus 2026, Kharisma M. Suhana mengikuti pentas perlombaan Wayang Golek Dalang Cilik tingkat Kabupaten Karawang.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, Kharisma berhasil menampilkan yang terbaik dan meraih Juara 1 Dalang Cilik tingkat Kabupaten Karawang Tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus membuktikan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda.

Kisah Kharisma juga menjadi gambaran bahwa kecintaan terhadap budaya tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Terkadang, semuanya justru bermula dari hal sederhana, sebuah kunjungan, rasa penasaran, bahkan sekedar iseng membeli sebuah wayang.

Dari situlah rasa suka tumbuh menjadi kecintaan. Dari kecintaan berubah menjadi tekad untuk belajar. Dan dari proses tersebut, lahirlah sebuah prestasi.

Kharisma berharap kecintaannya terhadap wayang dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak seusianya.

Sebab menjaga budaya bukan hanya tentang mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga memastikan generasi muda mau mengenal, mencintai, dan meneruskannya.

Dari sebuah wayang yang dibeli karena iseng, Kharisma menemukan jalan untuk mencintai budaya. Dan dari kecintaan itu, ia berhasil mengukir prestasi sebagai Juara 1 Dalang Cilik Kabupaten Karawang Tahun 2026.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini