KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Pembangunan Pos Jaga di kawasan Gedung Pemda II Karawang yang menelan anggaran hampir Rp1 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 kini menjadi sorotan publik. Bangunan yang semestinya mendukung keamanan dan pelayanan gedung tersebut justru terbengkalai tanpa kejelasan pengelolaan.
Pembangunan pos tersebut merupakan bagian dari proyek pemeliharaan Gedung Pemda II yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang. Namun hingga kini, belum ada dinas yang menyatakan tanggung jawab atas pemanfaatan dan pemeliharaan pos tersebut.
“Yang jelas kami dari PUPR hanya membangun saja. Soal pemeliharaan dan penggunaan pos itu, kami juga belum tahu pasti ada di dinas mana. Beberapa kali sudah rapat membahas gedung Pemda II, tapi belum ada keputusan soal petugas keamanan maupun kebersihannya,” ujar Kepala Bidang Bangunan Dinas PUPR Karawang, Danny, saat dikonfirmasi, Selasa (17/6).
Kondisi ini memicu kritik dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Pemerhati Kebijakan Politik, Sosial, dan Pemerintahan Karawang, Asep Agustian, SH, MH, yang menilai pembangunan tersebut sebagai bentuk pemborosan anggaran.
“Ini salah satu contoh proyek mubazir. Semua pembangunan itu pakai uang rakyat. Tapi justru setelah dibangun, dibiarkan begitu saja dan tidak ada yang merasa bertanggung jawab,” tegas pria yang akrab disapa Askun, Kamis (19/6).
Askun menyoroti kurangnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menempati Gedung Pemda II. Menurutnya, terdapat tiga OPD di gedung tersebut, namun tidak satu pun yang mengambil inisiatif untuk mengelola Pos Jaga.
“Ada tiga kepala dinas di sana, tapi tidak ada yang peduli. Saling lempar tanggung jawab. Ini jelas-jelas pemborosan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, keberadaan Pos Jaga sangat penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pelayanan publik di lingkungan pemerintahan.
“Dibangun pakai uang rakyat, tapi tidak dimanfaatkan. Ini bukan hanya soal aset yang terbengkalai, tapi juga mencerminkan mental pejabat yang ‘cul leos’ alias lepas tangan,” pungkasnya.
Penulis: Alim


