Proyek Rutilahu di Makmurjaya Bikin Warga Kecewa: Pekerjaan Mandek, Kualitas Buruk, Pengawasan Minim

0
Caption: proyek rutilahu di wilayah desa Makmurjaya

KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Alih-alih menjadi jawaban atas kebutuhan hunian layak, pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Makmurjaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, justru menyulut keresahan warga. Proyek yang diharapkan membawa perubahan kini menuai kritik tajam karena pengerjaan yang tak kunjung rampung, kualitas bangunan yang dinilai buruk, serta minimnya pengawasan dari dinas terkait.

Sudah lebih dari dua pekan proyek berjalan, namun progres di lapangan nyaris stagnan. Warga Dusun Cibenda yang seharusnya menjadi penerima manfaat kini justru merasa dikecewakan.

“Sudah 16 hari dimulai, tapi cuma dikerjakan beberapa hari saja. Kadang ada tukang datang, kadang enggak. Sisanya kosong,” ujar Sudarma, warga RT 011 RW 003, Rabu (2/7).

Tak hanya soal lambannya pengerjaan, kualitas material yang digunakan juga menjadi sorotan. Kayu yang digunakan terlihat rapuh, pemasangan kusen dilakukan asal-asalan, dan struktur bangunan dikerjakan tanpa perhitungan matang.

“Kayunya gampang patah, kusen miring, baloknya asal tempel. Ini bukan rumah layak, malah tambah rusak,” tambah Sudarma dengan nada kesal.

Lebih mengejutkan lagi, tak ada kejelasan siapa pihak yang bertanggung jawab di lapangan. Warga hanya diberi nomor kontak, tanpa pernah melihat langsung mandor atau pengawas proyek.

“Kami bingung mau komplain ke siapa. Mandornya enggak jelas, proyek kayak enggak ada yang urus. Ini pakai uang rakyat, harus ada tanggung jawab dong,” tegasnya.

Karma, warga lainnya dari RT 012 RW 004, mengeluhkan buruknya komunikasi antara pelaksana proyek dan warga. Ia mengaku kebingungan karena tidak pernah mendapat informasi yang jelas terkait jadwal dan rencana pembangunan.

“Kadang datang tanpa pemberitahuan, kadang hilang. Enggak ada penjelasan sama sekali. Rumah saya masih utuh, tapi saya khawatir malah jadi rusak kalau begini terus,” ungkapnya.

Warga kini menuntut Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Karawang segera turun ke lapangan untuk memastikan proyek tidak mangkrak. Mereka berharap proyek Rutilahu benar-benar memberikan hunian yang layak dan bukan sekadar janji kosong.

Ironisnya, saat dimintai konfirmasi, pihak pelaksana memilih bungkam. Jital, yang mengaku sebagai pelaksana, enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Sikap diam ini justru memperkuat dugaan adanya ketidakwajaran dalam pelaksanaan proyek.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini