Ledakan Kemarahan Warga Karawang: “Ulah Main-main Jeung Urang Karawang!”

0
Caption: Ledakan Kemarahan Warga Karawang: “Ulah Main-main Jeung Urang Karawang!”

KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Gejolak kemarahan publik di Karawang kini mencapai titik kulminasi. Setelah mencuatnya dugaan penghinaan dan diskriminasi terhadap warga lokal oleh oknum HRD PT FCC Indonesia, masyarakat Karawang tak lagi bisa dibendung. Amarah kolektif menyala di jalanan dan di jagat digital, menyuarakan satu pesan: Karawang bukan tanah yang bisa diinjak-injak seenaknya!

“Gaskeun bangkit Karawang!” seru netizen dalam unggahan viral yang jadi simbol perlawanan. Kegeraman bukan sekadar kata-kata, tuntutan hukum menggema dari berbagai kalangan. “Langsung bawa ka ranah hukum bae!” tulis seorang warga yang mengaku kecewa karena identitasnya sebagai pribumi Karawang dilecehkan oleh proses rekrutmen yang dianggap timpang.

Rekrutmen Diskriminatif, HRD Didominasi ‘Orang Luar’

Salah satu titik api adalah sistem rekrutmen PT FCC yang dinilai sangat tidak berpihak pada warga lokal. “Pantesan uink hararese hayang gawe di pabrik teh. Loba ajig-ajig HRD ti luar, buajingan!” tulis warga lain dengan nada getir. Ungkapan-ungkapan bernada keras ini mencerminkan rasa terpinggirkan yang selama ini membara di bawah permukaan.

Ketidakhadiran FCC di RDP, Dicap Sebagai Penghinaan Lanjutan

Puncak kekecewaan tercurah saat pihak HRD PT FCC Indonesia mangkir dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Karawang. Ketidakhadiran itu dianggap sebagai bentuk pelecehan baru terhadap aspirasi warga. “Ini penghinaan lanjutan!” tegas Nana Satria Permana seorang aktivis Karawang Utara.

Kritik Pedas Mengarah ke Pemda Karawang

Tak hanya perusahaan, pemerintah daerah pun tak luput dari kritik tajam. Banyak yang menyoroti lemahnya respon dari Bupati Karawang. “Kan di Karawang aya Bupati, piraku ngadu masalah kudu ka Gubernur wae achh…” keluh warga. “Masyarakat terus maju, tapi pemerintah kemana?

Pesan Tegas untuk Pejabat dan Kroni: Warga Tidak Takut!

Dalam kemarahan publik ini, mencuat pula tudingan dari MR. KiM, seorang aktivis Karawang terhadap keberadaan “orang dalam” yang mencoba melindungi pelaku. “Hai Bewok, ulah ngarasa aman ku deukeut jeung KDM!” seru komentar tajam yang menyebut kedekatan antara oknum di FCC dan pejabat daerah.

Seruan Perlawanan Menyala

Karawang kini tak sedang diam. Warga menuntut keadilan, kesetaraan, dan harga diri. Seruan demi seruan membangun gelombang perlawanan yang tak bisa lagi diabaikan.

Jadikan contoh! Ulah maen-maen jeung urang Karawang!

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini