
KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Aktivis sosial yang dikenal vokal menyuarakan isu ketenagakerjaan di Karawang, MR. KiM, menanggapi beredarnya sebuah video propaganda yang menyerangnya secara pribadi di media sosial. Dalam pernyataannya, ia mengaku video tersebut memuat narasi melemahkan perjuangannya serta mengungkit masa lalunya.
“Entah siapa yang membuatnya. Tapi bisa jadi ini karena ada pihak yang merasa terusik, bahkan ‘hareudang’, karena kepentingannya di dunia tenaga kerja mulai terusik,” ujarnya, Selasa (29/7).
MR. KiM menduga serangan tersebut berkaitan dengan keberaniannya mengungkap praktik-praktik percaloan tenaga kerja, terutama yang melibatkan oknum di bagian Human Resources Development (HRD). Ia menyebut, meskipun ada banyak HRD yang masih profesional dan tidak terlibat praktik kotor, sebagian lainnya menjadi aktor utama dalam persoalan rekrutmen tenaga kerja yang tidak sehat.
“Selain oknum HRD yang bermain, ada juga sebagian orang yang saya kenal ikut menjadi bagian dari jaringan percaloan ini. Tapi yang paling dominan tetap oknum HRD, karena mereka punya kuasa langsung atas proses rekrutmen di perusahaan,” tegasnya.
Namun demikian, MR. KiM juga menyampaikan apresiasi terhadap ratusan perusahaan yang telah mengikuti program rekrutmen terbuka melalui Info Loker Online milik Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Karawang. Dari sekitar 1.500 perusahaan di Karawang, menurutnya baru sekitar 400 perusahaan yang aktif mendukung sistem rekrutmen yang transparan tersebut.
Sebagai bentuk autokritik, MR. KiM mendorong Disnaker untuk lebih aktif melakukan sosialisasi ke desa-desa dan sekolah-sekolah. Ia menyoroti masih banyaknya warga yang belum bisa mengakses informasi lowongan kerja secara daring karena keterbatasan fasilitas, salah satunya kuota internet.
“Solusinya, pemerintah sebaiknya menyediakan layanan internet gratis di desa-desa. Supaya anak-anak muda kita punya kesempatan yang sama dalam mengakses informasi pekerjaan,” tandasnya.
Mengakhiri pernyataannya, MR. KiM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memajukan Karawang. “Hayu urang babarengan ngamajukeun Karawang. Urang Karawang ulah jadi penonton,” serunya.
Penulis: Alim

