Aliansi ANKER Gelar Aksi di Kejagung, Desak Usut Dugaan Korupsi Dirut Perumda Tirta Bhagasasi

0
Caption: Aliansi ANKER Gelar Aksi di Kejagung, Desak Usut Dugaan Korupsi Dirut Perumda Tirta Bhagasasi

JAKARTA | ULASBERITA.CLICK | Aliansi Anti Korupsi Bersama Rakyat (ANKER) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, pada Rabu (30/7). Aksi tersebut menuntut penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Reza Lutfi Hasan.

Dalam orasinya, Ketua Umum ANKER, Ade Gentong, menyampaikan bahwa pihaknya menyoroti dugaan penjualan aset negara secara ilegal yang dilakukan oleh Reza Lutfi Hasan kepada pihak swasta, yakni PT Mahameru Sejahtera.

“Kami berunjuk rasa di kantor Kejaksaan Agung untuk meminta Kepala Kejagung segera melakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap Dirut Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi Hasan, yang diduga melakukan korupsi serta penyalahgunaan wewenang jabatan. Aset cabang Poncol milik Perumda Tirta Bhagasasi diduga dijual secara terang-terangan tanpa proses pelepasan aset atau lelang melalui KPNL,” ujar Ade Gentong di sela-sela aksi.

Lebih lanjut, Ade menegaskan bahwa ANKER akan terus mengawal proses hukum atas kasus tersebut dan mendesak Kejaksaan Agung untuk segera bertindak cepat.

“Kami akan terus mengawal kasus dugaan gratifikasi, korupsi, serta penyalahgunaan jabatan oleh Dirut Perumda Tirta Bhagasasi. Jangan sampai aset negara dijual tanpa pertanggungjawaban, seolah-olah milik pribadi. Kami minta Kejagung bertindak cepat dan tegas,” tegasnya.

Tak hanya soal aset, Ade juga menyoroti kerugian yang dialami Perumda Tirta Bhagasasi selama kepemimpinan Reza Lutfi Hasan. Menurutnya, hal ini menandakan adanya dugaan ketidakmampuan dalam pengelolaan keuangan maupun potensi penyimpangan lainnya.

“Selama Reza Lutfi Hasan menjabat, Perumda Tirta Bhagasasi mengalami kerugian. Kapasitasnya harus dipertanyakan, apakah benar bekerja untuk perusahaan atau justru untuk kepentingan pribadi. Ini harus segera diusut,” pungkas Ade Gentong.

ANKER menegaskan akan terus menekan pihak kejaksaan hingga kasus tersebut mendapat penanganan serius dan terbuka untuk publik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini