
Karawang – Jalan Raya Sungaibuntu–Kendaljaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, kini bak ranjau darat bagi para pengendara. Kerusakan parah yang dibiarkan terlalu lama tak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga mengancam keselamatan jiwa, terutama saat malam hari yang minim penerangan dan saat hujan mengguyur.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan penuh lubang dengan diameter dan kedalaman bervariasi. Beberapa di antaranya tergenang air, menjebak pengendara yang tak sempat menghindar. Aspal yang mengelupas dan genangan air menciptakan jebakan berbahaya, khususnya bagi pengguna sepeda motor.
“Setiap hari saya lewat sini, makin lama makin rusak. Kalau hujan, lubang-lubangnya enggak kelihatan, tiba-tiba saja terperosok,” keluh Ujang (35), seorang pengendara motor, Jumat (8/8/2025).
Tak hanya Ujang, para sopir angkot dan truk yang mengandalkan jalur ini untuk aktivitas ekonomi juga geram. Mereka menilai lambannya penanganan oleh pihak terkait menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap keselamatan dan kebutuhan warga.
Jalan Sungaibuntu–Kendaljaya bukan sekadar akses lokal, jalur ini merupakan urat nadi mobilitas warga di wilayah utara Karawang, termasuk distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi lainnya.
“Ini jalan vital, kok dibiarkan rusak begini terus? Jangan tunggu jatuh korban baru diperbaiki,” ujar salah satu sopir truk yang melintas.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana perbaikan. Warga pun menuntut tindakan nyata, bukan janji kosong.

