
KARAWANG – Pemandangan mengenaskan menyambut siapa pun yang melintas di depan Terminal Klari, Kabupaten Karawang. Selokan irigasi yang seharusnya mengalirkan air bersih kini berubah menjadi tumpukan kotoran: plastik, botol bekas, hingga limbah rumah tangga, menggunung dan menutup hampir seluruh aliran air.
Video kondisi memprihatinkan ini diunggah akun Karawang Info (KARIN) di media sosial, memicu gelombang protes warganet. Gambar yang beredar memperlihatkan air nyaris tak mengalir, dipenuhi sampah yang membusuk. Warga khawatir, jika terus dibiarkan, selokan ini akan menjadi sumber banjir, bau busuk, pencemaran lingkungan, bahkan sarang penyakit berbahaya.
“Kami sudah lama mengeluhkan ini, tapi belum ada tindakan serius. Jangan tunggu banjir baru sibuk bergerak,” tegas salah satu warga setempat, Sabtu (9/8/2025). Ia mengaku, bau menyengat dan populasi nyamuk sudah membuat warga tidak nyaman.
Hingga kini, pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi maupun langkah penanganan. Warga mendesak pembersihan segera dan penindakan tegas terhadap pembuang sampah sembarangan. Masalah ini, kata mereka, bukan hanya soal kebersihan, tapi juga keselamatan warga.
Fenomena ini menjadi tamparan keras bagi kesadaran lingkungan di Karawang, menggambarkan betapa rapuhnya koordinasi antara pemerintah, warga, dan pengelola fasilitas umum.

