Krisis Pertanian di Sungaibuntu: Sawah Kering, Bantuan Diduga Diperjualbelikan, Petani Terjerat Utang

0
Caption: Krisis Pertanian di Sungaibuntu: Sawah Kering, Bantuan Diduga Diperjualbelikan, Petani Terjerat Utang

Karawang – Potret buram dunia pertanian kembali menyeruak dari pesisir utara Karawang. Di Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, para petani menjerit. Sawah tak lagi produktif, irigasi rusak, bantuan pertanian diduga “diperjualbelikan”, dan jerat utang memaksa mereka melepas lahan satu per satu.

“Sekarang sawahnya limpas. Mau nanam padi pun hasilnya enggak ada. Baru beras ditabur, pokoknya enggak bisa tumbuh,” ujar Pak Haji, tokoh warga setempat, Sabtu (23/8/2025).

Keluhan ini bukan sekadar cerita kelaparan musiman, tetapi cermin kegagalan tata kelola pertanian. Pak Haji mengaku sudah berkali-kali meminta perhatian pemerintah desa untuk memperbaiki saluran irigasi, namun jawabannya selalu sama: “Itu urusan petani.”

Bantuan Pertanian “Raib” di Jalan

Kemarahan warga semakin memuncak ketika membahas bantuan pertanian dari pemerintah. Mereka menuding sejumlah alat pertanian seperti traktor dan pompa air yang seharusnya untuk petani kecil, justru tidak pernah sampai ke tangan mereka.

“Kalau dulu traktor, pompa, ada. Tapi malah dijualin. Petani kecil enggak kebagian,” ujar seorang warga.

Kelompok tani yang seharusnya menjadi ujung tombak distribusi bantuan pun dianggap mandul. Alih-alih menjadi solusi, kelompok tani dinilai hanya nama tanpa fungsi nyata.

Petani Dipaksa Jual Lahan

Situasi semakin tragis ketika utang menjerat para petani. Hasil panen yang terus merosot membuat mereka terpaksa meminjam modal dengan bunga mencekik. Alih-alih mendapatkan keuntungan, hasil panen habis untuk membayar cicilan.

“Empat musim nanam, hasilnya habis buat bayar bunga. Saya makan apa? Anak sekolah pakai apa?” kata Pak Haji dengan suara bergetar.

Tak tahan dengan tekanan ekonomi, Pak Haji mengaku sudah menjual tiga hektar sawah untuk biaya pendidikan anak-anaknya dan kebutuhan hidup sehari-hari. Fenomena ini bukan hanya menimpa satu keluarga, tapi hampir semua petani di Sungaibuntu mengalami nasib serupa.

Sindiran Pedas untuk Pemerintah

Warga Desa Sungaibuntu sepakat, pemerintah pusat, daerah, dan provinsi harus turun tangan, bukan hanya berjanji. Mereka meminta adanya perbaikan irigasi, distribusi bantuan yang transparan, dan kebijakan pertanian yang berpihak kepada petani kecil.

“Jangan sampai petani terus terbebani. Kita hanya ingin bertani, hidup layak, enggak mau ngerepotin pemerintah. Tapi kondisinya sekarang makin susah,” tegas seorang warga.

Ironisnya, Karawang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, namun kisah nyata para petani Sungaibuntu justru memotret wajah kemiskinan di balik gelar itu. Tanpa langkah nyata dari pemerintah, para petani dikhawatirkan semakin terpinggirkan di tanah yang seharusnya menjadi sumber kehidupan mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini