Maulid Nabi di Musholla Baitussalam Jadi Momentum Menuju Musholla Mandiri dan Jamaah Sejahtera

0
Caption: Maulid Nabi di Musholla Baitussalam Jadi Momentum Menuju Musholla Mandiri dan Jamaah Sejahtera

Karawang – Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Baitussalam, Blok M Perumahan Pesona Kalangsurya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, pada Minggu siang (5/10/2025) berlangsung penuh kehangatan dan makna.

Tak sekedar seremonial, gelaran ini diisi dengan perlombaan anak muslim, pengajian bersama, serta tausiyah dari penceramah Hj. Yuliatul Husna yang menyampaikan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sosial dan keluarga.

Namun yang paling menggugah perhatian adalah pesan visioner dari Ketua DKM Musholla Baitussalam, Ustadz Akhmad Zaenudin, mengenai peran musholla dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat.

“Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah bukan hanya membangun masjid, tapi juga membangun pasar. Artinya, ibadah dan ekonomi harus berjalan beriringan,” tegasnya disambut anggukan jamaah.

Dengan gaya komunikatif dan humor khasnya, ia menggambarkan bahwa kesejahteraan ekonomi sangat berkaitan dengan keharmonisan rumah tangga.

“Ibu-ibu kalau ekonominya lancar, senang enggak? Senang. Lihat dapur senyum, lihat ruang tamu senyum, ketemu tetangga juga senyum,” selorohnya disambut tawa jamaah.

Fokus Periode Kedua: Dari Pembangunan Fisik ke Pemberdayaan Ekonomi

Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Ustadz Zaen menegaskan fokus barunya. Musholla tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat ekonomi syariah berbasis warga.

“Mudah-mudahan musholla nanti bukan hanya tempat pengajian, tapi juga tempat ekonomi yang memberi keuntungan bersama. Kalau bisa, ada usaha bareng warga supaya terhindar dari riba,” ujarnya.

Pendidikan Akhlak dan Tertib Administrasi Warga

Sementara itu, Johan, selaku Koordinator Blok M, menekankan pentingnya mendidik akhlak anak sejak dini melalui perlombaan Islami.

“Tujuannya untuk mengenalkan pribadi Rasulullah SAW kepada anak-anak kita. Karena hakikatnya, anak adalah pengingat bagi orang tuanya,” katanya.

Selain itu, ia juga menyelipkan pengumuman administratif terkait pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pembaruan Kartu Keluarga (KK).

“Yang belum bayar PBB agar segera ditunaikan. Kalau ada penambahan anggota keluarga atau perubahan alamat, silakan lapor ke RT atau lewat layanan capil di RSUD Rengasdengklok,” jelasnya.

Acara ditutup dengan pantun khas ala Johan yang membuat suasana semakin akrab dan penuh tawa.

Semangat religius dan kekeluargaan di Musholla Baitussalam kini berkembang ke arah lebih progresif, dari sekedar tempat ibadah menjadi pusat pemberdayaan umat. Warga berharap semangat ini tidak hanya berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjelma menjadi gerakan nyata menuju Kalangsurya yang makmur lahir dan batin.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini