Proyek Lapangan Voli Rp196 Juta di Karyasari Diduga Tak Transparan, Warga Pertanyakan Kejelasan Pelaksanaan

0
Caption: Proyek Lapangan Voli Rp196 Juta di Karyasari Diduga Tak Transparan, Warga Pertanyakan Kejelasan Pelaksanaan

Karawang – Proyek pembangunan lapangan voli yang dikerjakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan publik. Pekerjaan dengan nilai kontrak mencapai Rp196.697.000 tersebut berlokasi di Dusun Babakanjati RT 004/RW 019, Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok.

Berdasarkan informasi di lapangan, proyek ini dilaksanakan oleh pihak pemborong CV Kawan Lama Nusantara menggunakan anggaran dari APBD Karawang Tahun 2025. Namun, sejumlah warga setempat mempertanyakan transparansi dan kejelasan proyek tersebut.

Seorang tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Dusun Babakanjati yang enggan disebutkan namanya menilai, papan informasi proyek tidak menampilkan data teknis penting.

“Pembangunan lapangan voli ini tidak jelas. Di papan proyek hanya dicantumkan anggaran, tapi tidak ada keterangan panjang, lebar, atau luas tanah yang digunakan,” ujarnya kepada awak media, Jumat (17/10/2025).

Ia juga menyoroti tidak adanya informasi durasi pengerjaan proyek.

“Tidak dicantumkan berapa lama waktu pengerjaannya, berapa hari kalender sampai proyek ini selesai. Padahal itu penting agar publik bisa ikut mengawasi,” lanjutnya.

Warga menilai, keterbukaan informasi publik menjadi hal wajib agar pelaksanaan proyek pemerintah berjalan sesuai asas transparansi dan akuntabilitas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Kawan Lama Nusantara selaku pelaksana proyek belum dapat dikonfirmasi terkait kejelasan teknis dan transparansi pekerjaan tersebut.

Sementara itu, pihak Dinas PRKP Kabupaten Karawang juga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidakterbukaan informasi dalam proyek pembangunan lapangan voli yang menggunakan dana daerah tersebut.

Publik pun berharap aparat pengawas dan inspektorat daerah segera meninjau pelaksanaan proyek ini agar tak muncul dugaan penyimpangan di tengah upaya pemerintah meningkatkan infrastruktur permukiman di tingkat desa.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini