Karawang — Suasana berbeda tampak di Lapangan Utama Lapas Kelas IIA Karawang. Asap mengepul, sirene berbunyi, dan sejumlah petugas berlarian mengikuti instruksi. Bukan keadaan darurat sungguhan, melainkan simulasi pemadaman kebakaran yang digelar pihak lapas bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karawang.
Kegiatan ini menghadirkan seluruh petugas lapas dan perwakilan warga binaan sebagai peserta. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi terjun langsung dalam praktik penanganan kebakaran.
Simulasi dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus memberikan keterampilan praktis dalam menangani keadaan darurat di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Christo Toar, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terbangun antara pihak lapas dan Damkar Karawang.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan kemampuan seluruh jajaran dalam menghadapi potensi bencana, termasuk kebakaran. Sinergi dengan instansi terkait seperti Damkar Karawang menjadi langkah nyata dalam memperkuat sistem keamanan dan keselamatan di Lapas Karawang,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut, personel Damkar memberikan penjelasan mengenai prosedur penanganan awal kebakaran, teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga praktik langsung memadamkan api menggunakan alat yang tersedia.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Adm. Kamtib), Widhi Ideriananto, menegaskan pentingnya simulasi ini sebagai bagian dari peningkatan kapasitas pengamanan lapas.
“Simulasi ini memberikan pengetahuan dasar bagi petugas dan warga binaan agar mampu melakukan langkah penanggulangan kebakaran secara efektif dan tepat. Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” jelasnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Karawang berharap seluruh jajaran memiliki kesiapan mental, pengetahuan, dan keterampilan teknis untuk menghadapi situasi darurat secara tanggap dan terkoordinasi.
Penulis: Alim


