
Karawang – Dugaan perlakuan tidak menyenangkan di lingkungan kantor polisi kembali mencuat. Seorang warga Rengasdengklok, Dedi MK, mengaku mendapat caci maki dan perlakuan merendahkan saat mendampingi rekannya membuat laporan kehilangan handphone di Polsek Rengasdengklok pada Minggu, 16 November 2025.
Dedi datang untuk membantu rekannya, H. Darwis, yang hendak melaporkan ponsel hilang yang diduga dibawa seseorang dari Bekasi. Namun niat baik itu justru berujung pada insiden memalukan yang membuatnya terpukul.
Setibanya di halaman Polsek, Dedi melihat kerabatnya, H. Aman, tengah mengurus laporan lain. Ia mengaku hanya melontarkan pertanyaan sederhana, “Geus beres can, Kang?”, setelah sebelumnya mendapat informasi dari petugas patroli bahwa H. Aman sedang membuat laporan dugaan penganiayaan.
Namun, bukannya mendapat respons wajar, ia justru mengaku menjadi sasaran kata-kata kasar. “Dua orang, H. Aman dan Johan, langsung mencaci maki dan menunjuk-nunjuk saya. Padahal saya tidak tahu urusan mereka dengan siapa pun. Saya hanya mendampingi teman saya yang kehilangan HP,” ujar Dedi kepada media, Jumat (21/11/2025).
Perlakuan kasar itu, menurutnya, terjadi di ruang terbuka dan disaksikan banyak orang, termasuk dua anggota kepolisian yang bertugas saat itu, yakni Pak Kusman dan Pak Santo. Sejumlah wartawan juga ada di lokasi, seperti Alim, Kosim, serta H. Darwis.
“Saya dicaci, dihina, ditegur dengan nada merendahkan seolah-olah saya ikut campur urusan mereka. Harga diri saya dicabik-cabik di depan umum,” ucapnya dengan nada kesal.
Dedi menegaskan bahwa tidak ada satupun tindakannya yang memancing reaksi berlebihan tersebut. “Teu angin teu hujan. Saya hanya bertanya baik-baik. Kalau memang keberatan, tinggal jawab. Tidak perlu mempermalukan saya,” katanya.
Merasa martabatnya dilecehkan, Dedi memastikan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. “Tunggu waktunya. Saya akan buka laporan resmi. Saya tidak terima diperlakukan seperti itu,” tegasnya.
Insiden ini pun memantik perhatian publik, terutama lantaran terjadi di lingkungan kantor polisi, tempat di mana masyarakat seharusnya memperoleh rasa aman dan mencari keadilan, bukan justru menyaksikan aksi caci maki yang terjadi secara terbuka.
Penulis: Alim

