
Karawang – Proyek revitalisasi SDN Mekarjati IV, Kecamatan Karawang Barat, kembali menjadi sorotan publik setelah seorang aktivis konstruksi, Akhmad Muslim, mengungkap sejumlah dugaan kejanggalan serius di lapangan. Ia menyebut menemukan dinding bangunan yang tampak miring, lantai yang terdengar kopong saat diketuk, hingga besi bangunan yang diduga terbelah. Seluruh temuan itu, menurut Akhmad, membutuhkan verifikasi teknis segera dari pihak berwenang.
Akhmad menjelaskan bahwa awalnya ia diajak langsung oleh kepala sekolah untuk meninjau progres pembangunan. “Kata Kepsek, ‘Ayo Kang, kita ke lokasi,’” ujar Akhmad, Rabu (26/11/2025).
Situasi Mendadak Tegang: Aktivis Didatangi Pekerja
Namun, ketenangan kunjungan tersebut berubah tegang. Akhmad mengaku tiba-tiba didatangi beberapa pekerja proyek tanpa alasan yang jelas, meski dirinya datang melalui jalur koordinasi resmi. “Alur kami itu ke Kepsek selaku pimpinan proyek, lalu ke pengawas atau konsultan. Bukan ke pekerja. Saya tidak punya ranah ke pekerja,” tegasnya.
‘Ayo Pembuktian!’, Adu Argumen Soal Dinding Miring
Ketegangan memuncak ketika Akhmad meminta pembuktian langsung terkait dugaan dinding miring. “Ayo pembuktian. Ini dinding yang miring,” tantangnya.
Menurut Akhmad, salah satu pekerja justru terpancing emosi dan mengeluarkan kalimat bernada ancaman. “Yang marah itu pekerja. Katanya, ‘Sama bapak sendiri, dan sama anak buah bapak, cukup.’ Begitu katanya,” ungkapnya.
Selain dinding miring, Akhmad juga menemukan lantai yang terasa “kopong” ketika diketuk, indikasi adukan semen yang terlalu kering, serta mengingat kembali temuan besi bangunan yang disebutnya sempat terbelah.
Diusir Saat Verifikasi: ‘Ada Saksi dan Videonya’
Situasi semakin memanas ketika Akhmad mengaku diusir saat tengah melakukan pengecekan. “Saya tidak terima bahkan sampai diusir. Ada saksi dan ada videonya,” tegasnya.
Ia menolak anggapan bahwa kedatangannya bersifat provokatif. “Saya bukan preman. Saya ini melakukan kontrol. Jadi jawabnya harus baik-baik. Kalau ada masalah, ya diverifikasi, bukan marah-marah.”
Desak Dinas Pendidikan Ambil Langkah Tegas
Atas insiden tersebut, Akhmad meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang turun tangan. Ia mendesak adanya audiensi resmi untuk membahas dugaan kejanggalan hingga insiden pengusiran di lokasi proyek. “Makanya perlu ada langkah tegas. Kami minta pertemuan dengan dinas untuk membahas kejadian kemarin,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kerusakan struktur maupun perselisihan di lapangan.
Penulis: Alim

