Pilkades Digital Perdana di Karawang, Balongsari Jadi Sorotan Publik

0
Caption: Romli, Ketua Panitia Pilkades Balongsari

KARAWANG – Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, mencatat sejarah baru dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Untuk pertama kalinya, sistem pemungutan suara berbasis digital diterapkan dan langsung menyita perhatian publik. Meski masih berstatus uji coba di Kabupaten Karawang, Pilkades digital ini dinilai berjalan lancar, aman, dan kondusif.

Ketua Panitia Pilkades Balongsari, Romli, mengakui bahwa penerapan teknologi digital dalam pesta demokrasi desa bukan tanpa tantangan. Sebagian warga, khususnya masyarakat menengah ke bawah dan lanjut usia, sempat mengalami keraguan karena belum terbiasa menggunakan teknologi. Namun, tantangan tersebut berhasil diatasi berkat sosialisasi intensif yang dilakukan jauh hari sebelum hari pemungutan suara.

“Awalnya memang ada keraguan, tapi alhamdulillah dengan sosialisasi yang terus kami lakukan serta dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Pilkades digital ini berjalan lancar,” ujar Romli, Minggu (28/12/2025).

Pilkades Balongsari kali ini juga menarik perhatian karena hanya diikuti dua kandidat, yakni Wadma sebagai calon nomor urut satu dan Andi sebagai calon nomor urut dua. Uniknya, kedua calon tersebut berasal dari dusun yang sama, meski berbeda RT, sehingga persaingan berlangsung cukup ketat dan menjadi perbincangan warga.

Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 2.649 orang, Romli menilai tingkat partisipasi dan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ia menegaskan, karena masih dalam tahap percobaan, edukasi dan pemahaman masyarakat terkait sistem digital harus terus ditingkatkan melalui kerja sama panitia, perangkat desa, serta para calon kepala desa.

Secara teknis, pemilih menerima surat undangan yang dilengkapi barcode. Barcode tersebut dipindai menggunakan alat pemindai sidik jari, lalu pemilih diarahkan ke layar berisi pilihan kandidat untuk memberikan suara secara digital hingga muncul tanda berhasil. Panitia juga memastikan hak pilih penyandang disabilitas tetap terpenuhi melalui pendampingan sesuai arahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Pemungutan suara berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB, dengan proses penghitungan suara rampung sekitar pukul 16.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib tanpa kendala berarti.

“Harapan kami, Pilkades Balongsari ini berjalan sukses, aman, dan kondusif, serta bisa menjadi contoh bagi desa lain ke depan,” pungkas Romli.

Penerapan Pilkades digital di Balongsari pun dinilai sebagai langkah maju menuju modernisasi demokrasi desa, sekaligus membuka jalan bagi penggunaan teknologi dalam pemilihan kepala desa di wilayah lain.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini