Diguyur Hujan Deras, Ribuan Jemaah Tetap Khusyuk Ikuti Zikir Manakib Abah Romo

0
Caption: Diguyur Hujan Deras, Ribuan Jemaah Tetap Khusyu Ikuti Zikir Manakib Abah Romo

KARAWANG — Guyuran hujan deras yang turun tanpa henti pada Sabtu malam (17/01/2026) menjadi saksi keteguhan iman ribuan jemaah zikir manakib K.H. Junaedi Albagdadi atau yang akrab disapa Abah Romo. Meski cuaca tidak bersahabat, para jemaah tetap bertahan di lokasi dan mengikuti rangkaian zikir dengan penuh kekhusyuan.

Pemandangan tersebut menarik perhatian banyak pihak. Di tengah hujan lebat, ribuan jemaah tampak tak beranjak dari tempatnya. Wajah-wajah yang basah oleh air hujan berpadu dengan lantunan doa dan zikir, menghadirkan suasana religius yang sarat makna dan menyentuh hati.

Dalam tausiyahnya, Abah Romo menyampaikan pesan spiritual yang menggugah kesadaran para jemaah. Ia menegaskan bahwa setiap peristiwa yang terjadi, termasuk hujan dan angin yang mengiringi majelis zikir malam itu, merupakan bagian dari kehendak Allah SWT yang penuh hikmah.

“Segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah. Tidak ada yang sia-sia, semuanya mengandung hikmah,” tutur Abah Romo di hadapan para jamaah.

Majelis zikir manakib tersebut dihadiri oleh jemaah dari berbagai daerah, seperti Garut, Jakarta, Bekasi, Majalengka, Jember, Lampung, serta sejumlah wilayah lainnya di Jawa Barat. Kehadiran mereka mencerminkan kecintaan yang mendalam kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah antar umat.

Salah seorang jemaah asal Garut, Maman, mengaku tidak merasa gentar meski hujan telah mengguyur sejak perjalanan menuju lokasi hingga acara berlangsung.

“Saya yakin dan istiqamah, tidak takut dengan hujan. Sejak berangkat sudah kehujanan, alhamdulillah bisa sampai di Rengasdengklok dan berkumpul bersama jemaah lainnya. Allah Maha Baik, dan takdirnya tidak pernah salah,” ungkapnya.

Abah K.H. Junaedi Albagdadi kembali menegaskan bahwa berkumpulnya para jemaah di tempat yang mulia tersebut, meskipun diiringi hujan dan angin, sepenuhnya atas kehendak Allah SWT.

“Kita datang ke sini karena Allah, berkumpul di sini karena Allah, dan hujan pun turun karena Allah. Yakinlah wahai para jamaah, Allah pasti memberikan hikmah dan keberkahan di balik semua ini. Insya Allah syafaat Baginda Rasulullah SAW akan bersama kita,” tegasnya.

Rangkaian zikir manakib pun ditutup dengan doa bersama. Kegiatan ini meninggalkan pesan kuat bagi publik bahwa keimanan, keikhlasan, dan istiqamah mampu mengalahkan segala rintangan, termasuk derasnya hujan yang mengguyur sepanjang acara.

Penulis: Dedi MK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini