Rumah Roboh Diterjang Hujan dan Angin, Ibu Nemah Terlantar di Kantor Pejuang Siliwangi: Negara Di Mana?

0
Caption: Rumah Roboh Diterjang Hujan dan Angin, Ibu Nemah Terlantar di Kantor Pejuang Siliwangi: Negara Di Mana?

KARAWANG – Derita warga kecil kembali mempertanyakan kehadiran negara di tingkat paling bawah. Ibu Nemah, seorang janda lansia yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, hingga kini belum juga mendapat bantuan pembangunan rumah dari pemerintah setempat setelah rumahnya roboh diterjang hujan deras dan angin kencang.

Peristiwa memilukan itu terjadi di RT 21 RW 04 Dusun Bojong Tugu 2, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Rumah milik Ibu Nemah yang dihuni tujuh jiwa tersebut ambruk akibat cuaca ekstrem, menyisakan puing dan nestapa.

Ironisnya, sudah beberapa waktu berlalu sejak kejadian, namun belum terlihat langkah konkret dari pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait untuk membantu pendirian kembali rumah tersebut. Akibatnya, Ibu Nemah bersama keluarganya terpaksa mengungsi dan sementara tinggal di Kantor Pejuang Siliwangi yang berada di wilayah RT 21.

Dawan, anggota BPD Rengasdengklok Selatan, menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa kondisi Ibu Nemah sangat memprihatinkan. Selain tidak memiliki suami, Ibu Nemah juga tergolong lansia dan menjadi tulang punggung keluarga dengan pekerjaan serabutan sebagai pemulung.

“Rumah itu atas nama Ibu Nemah, dihuni tujuh jiwa. Beliau janda, sudah lansia, dan sampai sekarang belum ada bantuan pembangunan dari pemerintah,” ujar Dawan, Kamis (22/1/2026).

Kondisi ini memantik pertanyaan besar dari masyarakat: di mana kehadiran negara saat warganya kehilangan tempat tinggal? Di tengah gencarnya berbagai program bantuan sosial dan pembangunan, nasib seorang pemulung lansia justru terabaikan.

Warga sekitar berharap pemerintah daerah Karawang segera turun tangan, tidak sekedar mendata, tetapi benar-benar memberikan solusi nyata. Sebab, membiarkan seorang ibu lansia dan tujuh anggota keluarganya hidup menumpang di kantor organisasi jelas bukan solusi yang manusiawi.

Kasus Ibu Nemah menjadi potret buram lemahnya respons cepat pemerintah dalam menangani korban bencana di tingkat desa. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin runtuh.

Penulis: Dedi MK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini